LIDAH

LIDAH

Rangsangan kimia yang berasal dari luar tubuh kita diterima oleh reseptor kimia (kemoreseptor). Kemoreseptor kita terhadap lingkungan luar adalah berupa tunas pengecap yang terdapat pada lidah (D. A. Pratiwi, 2004).

Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap (Google,2011).

Lidah terletak pada dasar mulut. Ujung serta tepi lidah bersentuhan dengan gigi, dan terdiri dari otot serat melintang dan dilapisi oleh selaput lendir yang dapat digerakkan ke segala arah. Lidah terbagi menjadi :

  • Radiks lingua ( pangkal lidah )
  • Dorsum lingua ( punggung lidah )
  • Apeks lingua ( ujung lidah)

Bila lidah digulung kebelakang tampak permukaan bawah  yang disebut frenulum lingua, sebuah struktur ligamen halus yang mengaitkan bagian posterior lidah pada dasar mulut. Selaput lendir (membran mukosa) selalu lembab dan permukaan atas lidah seperti beludru dan ditutupi papil-papil (syaifuddin,2006).

Reseptor pengecap disebut papil pengecap (taste buds). Papil pengecap terletak dilidah dengan suatu pola dan mengalami depolarisasi sebagai respon terhadap stimuasi kimia spesifik. Depolarisasi papil pengecap menyebabkan potensial aksi dan pencetusan potensial aksi saraf kranial V,VII,IX, dan X. Saraf tersebut mengirim informasi ke korteks pengecapan di lobus parietalis tempat sensasi diidentifikasikan.

Terdapat papil pengecap spesifik untuk berbagai sensasi rasa yang berbeda, beberapa diantaranya hingga kini belum teridentifikasi. Reseptor pengecapan yang diketahui biasanya reseptor yang merespon terhadap rasa manis, pahit, asin,dan asam. Aktivasi reseptor yang berbeda-beda dengan tingkatan yang berlainan oleh zat yang terdapat dalam makanan, menghasilkan rasa yang beragam ( Corwin, 2007 )

Agar semua zat dapat dirasakan, zat itu harus larut dalam kelembaban mulut sehingga dapat menstimulasi kuncup rasa atau tunas pengecap. Ada lebih dari 10.000 tunas pengecap pada lidah manusia, sel-sel ini tumbuh seminggu setelah itu digantikan oleh sel-sel yang baru. Sel-sel reseptor (tunas pengecap) terdapat pada tonjolan-tonjolan kecil pada permukaan lidah (papila). Sel-sel inilah yang bisa membedakan rasa manis asam, pahit dan asin. Sensasi rasa-rasa tersebut dapat disarakan oleh lidah pada bagian-bagian tertentu, yaitu :

  • Rasa manis dapat di rasakan oleh indra pengecap yang terletak di bagian depan lidah
  • Rasa Asin dirasakan pada sepanjang bagian isi depan lidah
  • Rasa asam di rasakan di sepanjang sisi bagian belakang lidah
  • Rasa pahit di kecap pada bagian belakang lidah (Google,2011).

Pada lidah terdapat tiga macam papila, yaitu :

  1. Papila sirkumvalata, ada delapan hingga duabelas buah yang terletak pada pangkal lidah, jenis papila yang terbesar seperti huruf V dan tersusun dalam lengkungan yang dilingkari oleh suatu saluranpada daerah dekat pangkal lidah.
  2. Papila fungiformes, merupakan papila berbentuk seperti jamur atau palu dan menyebar pada ujung sisi lidah.
  3. Papila filiformes, merupakan papila terbanyak dan menyebar diseluruh permukaan lidah (syaifuddin,2006).

~ oleh Hae_RyN's pada Maret 27, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: