Study Identifikasi Serangga

Study Identifikasi Serangga

# JANGKRIK #

(Liogryllus Sp)

 

 A.  Tujuan

Untuk mengidentifikasikan serangga yang terdapat di Teluk Dalam, Samarinda.

B.  Dasar Teori

I.     Ciri-ciri Serangga

kata insecta  berasal  dari bahasa latin, yaitu insecti = serangga. Banyak anggota hewan ini sering kita jumpai disekitar kita, misalnya kupu-kupu, nyamuk, lalat, lebah, semut, capung, jangkrik, belalang, dan lebah. Ciri khususnya adalah kakinya yang berjumlah enam buah. Karena itu pula sering juga disebut hexapoda.

Insecta dapat hidup di berbagai habitat, yaitu air tawar, laut dan darat. Hewan ini merupakan satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat terbang. Insecta ada yang hidup bebas dan ada yang sebagai parasit.

Tubuh Insecta dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu kaput, toraks, dan abdomen. Caput   memiliki organ yang berkembang baik, yaitu adanya sepasang antena, mata majemuk (mata faset), dan mata tunggal (oseli).Insecta memiliki organ perasa disebut palpus.

Toraks terdiri dari tiga segmen atau ruas yang terlihat jelas, yaitu dari depan prothoraks, mesothoraks, dan metathoraks dan pada setiap segmen terdapat sepasang kaki, sayapnya terdapat mesothoraks dan metathoraks. Pada insekta yang bersayap sepasang, sayap belakangnya mereduksi, mengecil dan disebut halter yang berfungsi sebagai alat keseimbangan.Tubuh insekta diperkuat dengan rangka luar atau eksoskelet dari chitine.

Pada abdomen (perut) insekta ada sebelas segmen, pada stadium embrio segmen ditemukan lengkap, tetapi pada bentuk dewasa segmen dibagian poeterior menjadi alat reproduksi. Abdomen dalam bentuk dewasa tidak berkaki tetapi pada stadium larva mempunyai kaki. Pada abdomen terdapat spirakel, yaitu lubang pernapasan yang menuju tabung trakea.  Susunan kaki pada insekta terdiri-dari ruas-ruas yaitu :

a. Panggul (coxa)

b. Gelang paha (trokanter)

c. Paha (femur)

d. Ruas betis (tibia)

e. Ruas-ruas kaki (tarsus)

Insecta yang memiliki sayap pada segmen kedua dan ketiga. Bagian abdomen Insecta tidak memiliki anggota tubuh. Pada abdomennya terdapat spirakel, yaitu lubang pernapasan yang menuju tabung trakea. Trakea merupakan alat pernapasan pada Insecta. Pada abdomen juga terdapat tubula malpighi, yaitu alat ekskresi yang melekat pada posterior saluran pencernaan. Sistem sirkulasinya terbuka. Organ kelaminnya insekta berumah dua (dioseus) artinya insekta jantan dan insekta betina terpisah, alat kelaminnya terletak pada segmen terakhir dari abodemen. Fertilasi terjadi secara internal. Insekta mengalami ekdisis pada tahap tertentu selama perkembangan hidupnya.

Perkembangan Insecta dibedakan menjadi 3 :

  1. Ametabola adalah perkembangan yang hanya berupa pertambahan ukuran saja tanpa perubahan wujud. Contohnya kutu buku (lepisma saccharina)
  2. Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang tidak sempurna, dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap. Sayap itu akan muncul hingga pada saat dewasa hewan tersebut. Insecta muda disebut nimfa. Skemanya adalah telur – nimfa (larva) – dewasa (imago). Contoh Insecta ini adalah belalang, kecoa (periplaneta americana), jangkrik (gryllus sp.), dan walang sangit (leptocorisa acuta).
  3. Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap menunjukan perubahan wujud yang sanagt berbeda (sempurna).Tahapnya adalah sebagai berikut: telur – larva – pupa – dewasa. Larvanya berbentuk ulat tumbuh dan mengalami ekdisis beberapa kali. Setelah itu larva menghasilkan pelindung keras disekujur tubuhnya untuk membentuk pupa. Pupa berkembang menjadi bagian tubuh seperti antena, sayap, kaki, organ reproduksi, dan organ lainnya yang merupakan struktur Insecta dewasa. Selanjutnya, Insecta dewasa keluar dari pupa. Contoh Insecta ini adalah kupu-kupu, lalat, dan nyamuk.

Berdasarkan sayap,Insecta dibedakan menjadi 2 sub-kelas :

  1. Pertama Apterigota (tidak bersayap), tubuh apterigota berukuran kecil sekitar 0,5 cm dan memiliki antena panjang. Umumnya berkembang secara ametabola. Contoh hewan kelas ini adalah kutu buku.
  2. Kedua Pterigota (bersayap), merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota. Kelompok lain yang sayapnya berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh disebut Endopterigota.

a. Eksopterigota dibedakan menjadi beberapa ordo bedasarkan tipe sayap, mulut, dan metamorfosisnya :

– Orthoptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit. Misalnya kecoa, jangkrik, dan gansir.

 

–  Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang tidak sama panjang.

Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo hemiptera adalah :

ü Mengalami metamorfosis tidak sempurna.

ü Tipe mulut menusuk dan menghisap.

Contoh : a. Kutu busuk (Cymex rotundus).

b. Walang sangit (Leptocorisa acuta).

 

–   Homoptera memiliki dua pasang yang sama panjang.Contohnya wereng coklat (Nilaparvata lugens), kutu daun (Aphis), dan kutu kepala (Pediculus humanus)

–      Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala.Contohnya capung (pantala).

 

b. Endopterigota dibedakan menjadi :

–     Coleptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang keras dan tebal.Misalnya kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah (Rhyzoperta diminica)

 

– Hymenoptera memiliki dua pasang sayap yang seperti selaput, dengan sayap depan lebih besar daripada sayap belakang Misalnya semut rangrang (Oecophylla saragillina), semut hitam (Monomorium sp.), lebah madu (Apis indica), dan tawon (Xylocopa latipes)

 

– Diptera

  • hanya memiliki satu pasang sayap depan dan sayap belakang mengalami redukasi membentuk halter (alat keseimbangan).
  • Mengalami metamorfosis sempurna.
  • Tipe mulut menusuk dan menghisap serta menjilat.
  • Memiliki  tubuh ramping.

Contoh : Nyamuk rumah (Culex pipiens), nyamuk malaria (Anopheles) lalat rumah (Musca domestica), lalat buah (Drosophila melanogaster), dan lalat tse-tse (Glossina palpalis)

 

– Lepidoptera memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus dan tipe mulut mengisap.Misalnya kupu-kupu sutera (Bombyx mori) dan kupu-kupu elang (Acherontia atropos)

 

II. Hubungan Serangga Dengan Manusia

Pengaruh serangga terhadap kehidupan manusia dapat positif yaitu membantu manusia tetapi dapat juga negatif, yaitu yang merugikan manusia. Kalau kita lakukan analisis valuasi ekonomi secara benar akan didapat hasil bahwa  nilai ekonomi pengaruh positif atau manfaat serangga bagi manusia jauh lebih besar daripada nilai ekonomi pengaruh negatif atau kerugian yang diakibatkan oleh serangga. Namun masyarakat sudah terlanjur melihat serangga hanya dari sisi negatif yang sangat merugikan kepentingan manusia sehingga serangga lebih sering dianggap sebagai musuh manusia yang harus dibunuh dan dimusnahkan.

Serangga memberikan pelayanan dan sumbangan pada  manusia dalam bentuk penyerbukan tanaman pertanian, menghasilkan madu, lilin, sutera, lak, dan cat. Serangga sebagai bagian organisme pengurai dan biota tanah ikut menjaga kesuburan tanah di lahan pertanian secara berkelanjutan. Serangga sebagai pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan secara hayati serta mengendalikan tanaman gulma yang tidak dikehendaki. Serangga dapat menjadi sebagai sumber pangan bagi manusia dan pakan bagi ternak. Serangga bermanfaat untuk kedokteran dan pembedahan, serta serangga sangat berguna dalam kegiatan penelitian ilmiah berbagai bidang ilmu. Serangga dengan bentuk dan warnanya yang indah memiliki nilai estetika tinggi yang memberikan inspirasi bagi para seniman dan perancang.

Program pembangunan ekonomi yang dilaksanakan Pemerintah cenderung mengarah pada keseragaman ekosistem, keseragaman pola produksi dan konsumsi, eksploitasi sumberdaya alam serta ketergantungan pada  penggunaan masukan produksi yang tidak terbarukan, mendorong peningkatan pengaruh negatif serangga bagi kehidupan manusia dan keberlanjutan pembangunan.

Pengaruh negatif tersebut antara lain dalam bentuk Peningkatan intensitas penyakit manusia yang ditularkan oleh serangga seperti malaria dan demam berdarah Dengue yang dapat menurunkan mortalitas, tingkat kesehatan dan produktivitas kerja manusia Indonesia,

Peningkatan penyakit hewan dan ternak yang ditularkan serangga yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas produksi peternakan,

Peningkatan serangan dan kerusakan hama tanaman yang dpat menurunkan kualitas dan kuantitas pangan dan produksi pertanian. Setiap tahun sekitar 30% hasil pangan dan produk-produk pertanian hilang disebabkan oleh serangan serangga hama, baik di pertanaman maupun pasca panen.

C.    Alat dan Bahan

  1. Alat
  • Jaring serangga
  • Toples
  • Kapas
  • Kamera
  • Steroform
  • Jarum pentul                                                                                                                                                                                                                                            2. Bahan
  • Kloroform
  • Hierodula vitrea.

 D.    Prosedur Kerja

  1. Menyimak pengarahan yang disampaikan oleh dosen pembimbing.
  2. Mengisi toples-toples yang dibawa dengan kapas yang sebelumnya telah diberi larutan klroform.
  3. Berjalan  menuju lokasi yang telah ditentukan oleh dosen pembimbing.
  4. Menangkap serangga dengan menggunakan jaring serangga yang telah disiapkan, lalu serangga yang berhasil ditangkap dimasukkan kedalam toples.
  5. Diletakkan serangga tersebut diatas steroform, kemudian ditusuk dengan jarum pentul agar tidak bergerak.Diambil gambar masing-masing serangga dengan menggunakan kamera.
  6. Didiskusikan hasil dan gambar-gambar yang telah diambil dengan kelompok praktikum.
  7. Dilakukan pengamatan terhadap aspek-aspek yang perlu diamati.

 

E.     Hasil pengamatan

Klasifikasi ilmiah jangkrik

Kerajaan  : Animalia

Filum       : Arthropoda

Kelas       : Insecta

Ordo        : Orthoptera

Famili      : Gryllidae

Genus      : Liogryllus

Spesies     : Liogryllus Sp

 

F.     Pembahasan

Laporan ini bertujuan untuk mengidentifikasikan serangga yang terdapat di Teluk Dalam, kota samarinda. Selama praktikum yang dilakukan ditemukan beberapa serangga, salah satunya adalah jangkrik. Cengkerik atau jangkrik (Gryllidae) adalah serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh cengkerik jantan. Jangkrik memiliki bunyi mengerik yang berasal dari pergesekan sayap untuk menarik jangkrik betina, menolak jantan lainnya dan sebagai tanda kekuasaanya. Suara cengkerik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Di dunia dikenal sekitar 900 spesies cengkerik, termasuk di dalamnya adalah gangsir.

Jangkrik merupakan salah satu spesies serangga dengan nama latin Liogryllus Sp. Jangkrik merupakan hewan berdarah dingin yang suhu tubuhnya sangat tergantung pada lingkungan.

Dengan panjang sekitar 6 cm dari kepala hingga ke bagian belakang tubuhnya, ia memiliki postur yang agak aneh.  Antenanya lebih panjang dari tubuhnya. Jangkrik ini juga memiliki sayap yang tergulung dan kaki yang tajam seperti sepatu salju. Menurut Heads, ini untuk mendukungnya tetap bisa menjejak di daerah berpasir. Namun, jangkrik yang sangat agresif ini tak bisa terbang, walaupun memiliki sayap.

 

G.    Kesimpulan dan saran

    1. Kesimpulan

jangkrik (Gryllidae) adalah serangga yang berkerabat dekat dengan belalang, memiliki tubuh rata dan antena panjang. Jangkrik adalah omnivora, dikenal dengan suaranya yang hanya dihasilkan oleh cengkerik jantan. Jangkrik memiliki bunyi mengerik yang berasal dari pergesekan sayap untuk menarik jangkrik betina, menolak jantan lainnya dan sebagai tanda kekuasaanya. Suara cengkerik ini semakin keras dengan naiknya suhu sekitar. Di dunia dikenal sekitar 900 spesies cengkerik, termasuk di dalamnya adalah gangsir.

Klasifikasinya adalah :

Kerajaan  : Animalia

Filum        : Arthropoda

Kelas        : Insecta

Ordo         : Orthoptera

Famili       : Gryllidae

Genus       : Liogryllus

Spesies     : Liogryllus Sp

  1. Saran

Sebaiknya keta dapat menjaga lingkungan sekitar kita dari kerusakan agar habitat dari serangga tidak terganggu sehingga kehadiran serangga tidak berubah menjadi hama pengganggu masyarakat.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

biologipedia.blogspot.com/2010/12/insecta.html

http://www.duniaedukasi.net/2010/05/insekta.html

http://munawar-indonesiaraya.blogspot.com/2010/03/entomologi.html

http://kasumbogo.staff.ugm.ac.id/?satoewarna=index&winoto=base&action=li

http://id.wikipedia.org/wiki/Cengkerik

http://putriejrs.blogspot.com/2011/06/jangkrik-serangga-dengan-manfaat-unik.html

 

 

~ oleh Hae_RyN's pada Maret 30, 2012.

4 Tanggapan to “Study Identifikasi Serangga”

  1. I reckon something truly interesting about your blog so I saved to favorites .

  2. You have remarked very interesting points! ps nice site.

  3. Hello, i believe that i noticed you visited my web site so i got here to “return the desire”.I am trying to to find things to improve my web site!I suppose its good enough to use some of your ideas!!

  4. I simply want to mention I am newbie to weblog and certainly savored this web page. More than likely I’m planning to bookmark your website . You absolutely have exceptional articles and reviews. Appreciate it for sharing with us your blog.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: