Faktor Pertumbuhan Bagi Tumbuhan

faktor pertumbuhan bagi tumbuhan 

Semua mahluk hidup mengalami pertumbuhan, jika biji cabai disemaikan akan tumbuh menjadi tanaman cabai biji cabai yang tumbuh, ukuran, bentuk tubuh, dan beratnya berubah.

Ketika organisme unisel tumbuh sel tubuhnya bertambah besar (ukuranya), Selain itu berat sel juga bertambah. Keadaan yang demikian disebabkan oleh masuknya subtansi dan air kedalam sel tersebut.

Untuk mengetahui pertumbuhan dilakukan pengukuran panjang maupun berat sebelum dan sesudah pertumbuha. Untuk mengukur perubahan panjang atau tinggi dapat dikerjakan langsung pada objek yang hendak diukur dengan alat pengukur.

Beberapa pola pertumbuhan yang terjadi pada organisme yaitu :

  1. Pertumbuhan Isometrik

Pertumbuhan Isometrik terjadi apabila suatu organ tumbuh dengan kecepatan rata-rata sam dengan pertumbuhan sisa organ tubuh lainnya. Pada situasi yang demikian perubahan ukuran tubuh tidak disertai dengan perubahan bentuk tubuh atau bentuk luar organisme tersebut. Perbandingan ukuran tubuh dan bentuk tubuh tetap sama.

2. Pertumbuhan Allometrik

Apabila suatu organ tumbuh dengan kecepatan yang berbeda dengan kecepatan pertumbuhn sisa tubuh lainnya. Perubahan pertumbuhan akibat ukuran diikuti oleh perubahan organisme. Pola pertumbuhan yang demikian terdapat pada mammali.

Tanah merupakan kumpulan senyawa kimiawi  dalam berbagai wujud, watak dan perangai hasi pemecahan  atau peruraian bahan induk tanah dengan melibatkan berbagai proses.sebagian komponen kimiawi tersebut diperlukan oleh jasad hidup untuk tumbuh dan berkembang. Fenomena ini menjadikan tanah mempunya peran sebagai pemasok sebagian kebutuhan hara jasat hidup. Kerterkaitan sistem tanah dengan jasad hidup, khususnya tanaman , tidak hanya berbatas pada kemampuannya memasok unsur hara, tetapi juga berperan sebagai medium tumbuhnya.

Tanaman memerlukan sejumlah anasir hara dalam takaran cukup, seimbang dan sinambung untuk terus tumbuh dan berkembang, menyelesaikan daur hidupnya.anasir hara tanaman ini diambul dari atmosfer dan sistem tanah. Paling sedikit ada 16 macam anasir hara yang diperlukan secara teratur untuk pertumbuhan vaskular tanaman.

Takaran dan jenis anasir hara yang diperlukan setiap  jenis tanaman adalah berbeda. Anasir hara yang dibutuhkan dalam takaran banyak disebut anasir hara makro, sedangkan yang dibutuhkan dalam takaran sedikit disebut anasir hara mikro.

Keterkaitan antara takaran dan jenis anasir hara didalam proses-proses fisiologis tanaman sangatlah rumit, sehingga konsep pengelompokan anasir hara berdasarkan kriterian takaran anasir hara yang tidak dapat dipertahankan. Kriteria ini sulit untuk dikaitkan dengan peranan suatu anasir hara dalam proses fisiologis yang etrjadi dalam tanaman, sehingga kemudian muncul konsep ke esensialan suatu hara tanaman. Komsep ini berpendapat bahwa arti penting suatu anasirhara bagi tanaman tidaklah dapat hanya dilihat berdasarkan takaran kebutuhannya, namun yang lebih penting adalah peranannya dalam menunjang proses fisiologis tanaman. Konsep ini mengusulkan penggunaan istilah hara esensial dan hara tidak esensial.

Faktor pertumbuhan tanaman

Sejak awal pertumbuhannya, tanaman terlah tergantung pada lingkungan dan tingkat ketergantungan ini semakin besar mengikuti umur. Keberhasilan pertumbuhan suatu tanaman dikendalikan oleh faktor-faktor pertumbuhan. Tidak semua faktor-faktor pertumbuhan dapat diselidiki, dan faktor pertumbuhan umum yang diyakini berperan penting pada pertumbuhan tanaman adalah sebagai berikut :

Kelompok utama Faktor pertumbuhan yang mencakup
Genetika biji Tipe tanaman

Keadaan biji

Keadaan iklim Insolasi atau takaran cahaya tersedia

Tempertur udara

Takaran hujan

Kandungan oksigen dan karbondioksida di udara dan diatmosfer tanah

Keadaan fisik tanah Kandungan batu dipermukaan dan didalam tanah

Ukuran jarah tanah

Jeluk lapisan-permukaan tanah

Jeluk pengolahan tanah

Ketinggian muka air bumi

Kapasitas-menahan-lengas tanah

Temperatur tanah

Keadaan koloid tanah yang mengaturkapasitas pertukaran asam basa

Aksi penyangga tanah

Nilai pH tanah

Penanaman Waktu penanaman

Kerapatan penanaman

Hara tanaman Takaran hara-hara yang ada dalam tanah.

 

Tabel diatas menunjukkan bahwa faktor pertumbuhan tanaman ini dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok dasar, yaitu :

  1. Faktor genetis
  2. Faktor lingkungan

Faktor genetis dimunculkan oleh peranan gen-gen kromosom yang mempengaruhi proses-prosesfisiologis melalui pengaruh pangendalian pada sintesa enzim-enzim. Enzim-enzim ini berperan aktif dalam berbagai reaksi sintesa dan perombakan fotosintat, dan reaksi-reaksi fisiologis lain.

Pakar-pakar genetika telah mampu memanipulasi potensi gen tanaman sehingga memungkinkan eksplorasi tanaman itu untuk berbagai tujuan. Saat ini sudah dapat dibuat varitas-varitas  tanaman pangan yang ditanam di daerah dengan suatu penghambat ekstrim, seperti daerah  yang terlalu kering, terlalu asam, kadar garam tinggi, atau varietas yang mampu berproduksi lebih tinggi, lebih than penyakit, hama dan hambatan lain.

Lingkungan merupakan satuan seluruh keadaan dan pengaruh sisi luar yang mengendalikan hidup dan perkembangan suatu jasad hidup. Faktor-faktor lingkunngan ini akan mempengaruhi pertumbuhan secara bersama, walaupun dalam suatu keadaan tertentu, salah satu faktor atau beberapa faktor itu lebih menonjol dari pada faktor lainnya.

 

  1. Temperatur

Temperatur adalah suatu ukuran intensitas suhu. Jasad hidup dapat tumbuh optomal pada kisaran temperatur yang sangan sempit. Sebagian besar tanaman pertanian membutuhkan kisaran temperatur 150-400 untuk pertumbuhan maksimalnya. Tempertaur ini  berpengaruh langsung pada fungsi-fungsi fatasintesis, respirasi, permeabilitas didnding sel, serapan air dan hara, tranpirasi, aktifitas enzim dan koagulasi protein.

2. Energi radiasi

Energi radiasi atau takaran sinar matahari, merupakan faktor penting pertumbuhan dan pekembangan tanaman. Kualitas, intensitas dan lama penyinaran merupakan segi energi radiasi yang penting. Spektrum penuh sinar matahari umumnya sangat menguntungkan pertumbuhan tanaman. Tanaman lebih mampu tumbuh baik pada intensitas cahaya yang agak redup dibandingkan jika hari terang penuh. Ukuran daun danpemanjangan batang sejumlah tanaman akan maksimal pada intensitas cahaya rendah sedangkan berat kering total tanaman akan meningkat mengikuti peningkatan intensitas cahaya. Segi energi radiasi yang lebih penting adalah lamanya penyinaran. Perangai tanaman yang dikaitkan dengan lama penyinaran ini dikenal sebagai fotoperiodisme. Berdasarkan reaksinya terhadap feriodisme ini tanaman di kelompokkan menjadi tanaman hari pendek, tanaman hari panjang dan tanaman tengahan . tanaman hari pendek hanya akan berbunga jika fotoperiodenya pendek atau lebih pendek dari kala waktu kritik tertentu. Jika lama penyinaran lebih panajang dari pada kala kritikal itu, tanaman akan mengembangkan bagian vegetatifnya tanpa melengkapi daur reproduktifnya. Tanaman hari panjang akan berbunga jika kala waktu terkena penyinaran lebih panjang dari kala kritik tertentu. Jika penyinaran lebih pendek dari pada kala kritik ini, tanaman hanya berkembang secara vegetatif. Tanaman tengahan adalah tanaman yang berbunga dan menghasilkan daur reproduktifnya pada kisaran panjang hari yang lebar.

3. Pasok lengas

Air merupakan bagian terbesar bahan penyusun jasad hidup, yang berperan penting dalam penyusunan fotosintak, alokasi fotosintak, memelihara ketegaran sel, memelihara temperatur tubuh jasad, sebagai pelarut bahan – bahan fotosintak yang akan disusun melalui reaksi – reaksi fisiologis dalam tubuh jasad hidup. Air jugamerupakan pelarut anasir hara dalam tanah sehingga memudahkan penyerapan oleh perakaran tanah, memecah batuan dan mengurai batuan sehingga meningkatkan ketersediaan anasir tanah bagi tanaman.

Cekaman lengas dakhil menyebabakan pengurangan pembelahan sel dan pemanjangan sel dan ini akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Peraman tidak langsung lengas tanah pada pertumbuhan adalah melalui pengaruhnya pada jasad renik tanah pada jasad renik tanah yang banyak berperan dalam mengurai pelikan sehingga lebih memungkin diserap perakaran tanaman.

4. Keasaman tanah

Pengaruh keasaman tanah pada pertumbuhan tanaman adalah melaui pengaruhnya pada ketersediaan anasir hara yang di perlakukan tanaman. Tanah – tanah berkeasaman tinggi (pH rendah)

5. Komposisi udara

atmosfer dan udara tanah mengandung kation – kation besi dan alumunium-bebas dalam takaran banyak yang mampu menyerap ion fosfat sehingga tidak tersedia bagi tanaman. Pada pH tinggi, kation mangan juga akan menyerap anion fosfat sehimhha tidak tersedia bagi tanaman.

6. Faktor boitik

Faktor manusia, hama dan penyakit juga merupakan faktor lingkungan yang potensial dalam mengndalikan pertumbuhan tanaman. Pemupukan yang dilakukan manusia sudah terbukti mampu memperbaiki pertumbuhan tanaman , jika dosis pupuk yang diberikan berada pada kisaran kebutuha tanaman jika pemupukan itu melebihi tanaman akan timbul akibat sampingan yang merugikan pertumbuhan tanaman.

7. Anasir hara tanaman

Anasir hara tanaman merupakan kebutuhan mutlak bagi tanaman unutuk dapat hidup lebih karena sejak awal pertumbuhannya telah tergantung pada peranan sejumlah anasir hara. Ketersediaan anasir hara yang cukup dan seimbamg memberi peluan bagi kelangsungan hidup tanaman

~ oleh Hae_RyN's pada April 6, 2012.

Satu Tanggapan to “Faktor Pertumbuhan Bagi Tumbuhan”

  1. Halo, baru saja menemukan blog Anda di Yahoo, dan menemukan bahwa itu benar-benar mengagumkan. Aku akan berhati-hati brussels. Aku akan menghargai jika Anda tetap menulis tentang subjek ini di masa depan. Banyak orang akan manfaat dari tulisan Anda. Ceria!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: