SEPULUH ORDO PADA FILUM INSECTA DAN HUBUNGANNYA DENGAN TUMBUHAN

SEPULUH ORDO PADA  FILUM INSECTA DAN

HUBUNGANNYA DENGAN TUMBUHAN

 

 

Serangga merupakan kelompok hewan yang dominan di muka bumi dengan jumlah spesies hampir 80 persen dari jumlah total hewan di bumi.Dari 751.000 spesies golongan serangga, sekitar 250.000 spesies terdapatdi Indonesia. Serangga di bidang pertanian banyak dikenal sebagai hama. Sebagian bersifat sebagai predator, parasitoid, ataumusuh alami. lebih dari 7.000 spesies baru di temukan hampir setiap tahun.      Karena alasan ini membuat serangga berhasil dalam mempertahankan keberlangsungan hidupnya pada habitat yang bervariasi, kapasitas reproduksi yang tinggi, kemempuan memakan jenis makanan yang berbeda, dan kemampuan menyelamatkan diri dari musuhnya. Serangga memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Bila mendengar nama serangga, maka selalu diidentikkan dengan hama di bidang pertanian, disebabkan banyak serangga yang bersifat merugikan, seperti walang sangit, wereng, ulat grayak, dan lainnya.

1.  Ordo-ordo serangga dan hubungannya dengan tumbuhan

a.    Ordo Coleoptera (bangsa kumbang)

Anggota-anggotanya ada yang bertindak sebagai hama tanaman, namun ada juga yang bertindak sebagai predator  (pemangsa) bagi serangga lain. Sayap terdiri dari dua pasang. Sayap depan mengeras dan menebal serta tidak memiliki vena sayap dan disebut elytra.Apabila istirahat, elytra seolah-olah terbagi menjadi dua (terbelah tepat di tengah-tengah bagian dorsal). Sayap belakang membranus dan jika sedang istirahat melipat di bawah sayap depan.

Alat mulut bertipe penggigit-pengunyah, umumnya mandibula berkembang dengan baik.  Pada beberapa jenis, khususnya dari suku Curculionidae alat mulutnya terbentuk pada moncong yang terbentuk di depan kepala.

Metamorfose bertipe sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong (pupa) —> dewasa (imago). Larva umumnya memiliki kaki thoracal (tipe oligopoda), namun ada beberapa yang tidak berkaki (apoda). Kepompong tidak memerlukan pakan dari luar (istirahat) dan bertipe bebas/libera.

Beberapa contoh anggotanya adalah :

– Kumbang badak (Oryctes rhinoceros L)

– Kumbang janur kelapa (Brontispa longissima Gestr)

– Kumbang buas (predator) Coccinella sp.

b. Ordo Diptera (bangsa lalat, nyamuk)

Serangga anggota ordo Diptera meliputi serangga pemakan tumbuhan, pengisap darah, predator dan parasitoid. Serangga dewasa hanya memiliki satu pasang sayap di depan, sedang sayap belakang mereduksi menjadi alat keseimbangan berbentuk gada dan disebut halter. Pada kepalanya juga dijumpai ada  nya antene dan mata facet.

  1.   Tipe alat mulut bervariasi, tergantung sub ordonya, tetapi umumnya memiliki tipe penjilat-pengisap, pengisap, atau pencucuk pengisap.
    Pada tipe penjilat pengisap alat mulutnya terdiri dari tiga bagian yaitu :
    – bagian pangkal yang berbentuk kerucut disebut rostum
    – bagian tengah yang berbentuk silindris disebut haustellum
    – bagian ujung yang berupa spon disebut labellum atau oral disc.
    Metamorfosenya sempurna (holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong —> dewasa. Larva tidak berkaki (apoda_ biasanya hidup di sampah atau sebagai pemakan daging, namun ada pula yang bertindak sebagai hama, parasitoid dan predator. Pupa bertipe coartacta.
    Beberapa contoh anggotanya adalah :
    – lalat buah (Dacus spp.)
    – lalat predator pada Aphis (Asarcina aegrota F)
    – lalat rumah (Musca domesticaLinn.)
    – lalat parasitoid (Diatraeophaga striatalis).

 

c. Ordo Hemiptera (bangsa kepik) / kepinding
           Ordo ini memiliki anggota yang sangat besar serta sebagian besar anggotanya bertindak sebagai pemakan tumbuhan (baik nimfa maupun imago). Nam  un beberapa di antaranya ada yang bersifat predator yang mingisap cairan tubuh serangga lain.

Umumnya memiliki sayap dua pasang (beberapa spesies ada yang tidak bersayap). Sayap depan menebal pada bagian pangkal (basal) dan pada bagian ujung membranus. Bentuk sayap tersebut disebut Hemelytra. Sayap belakang membranus dan sedikit lebih pendek daripada sayap depan. Pada bagian kepala dijumpai adanya sepasang antene, mata facet dan occeli.

Tipe alat mulut pencucuk pengisap yang terdiri atas moncong (rostum) dan dilengkapi dengan alat pencucuk dan pengisap berupa stylet. Pada ordo Hemiptera, rostum tersebut muncul pada bagian anterior kepala (bagian ujung). Rostum tersebut beruas-ruas memanjang yang membungkus stylet. Pada alat mulut ini terbentuk dua saluran, yakni saluran makanan dan saluran ludah.
Metamorfose bertipe sederhana (paurometabola) yang dalam perkembangannya melalui stadia : telur —> nimfa —> dewasa. Bnetuk nimfa memiliki sayap yang belum sempurna dan ukuran tubuh lebih kecil dari dewasanya.
Beberapa contoh serangga anggota ordo Hemiptera ini adalah :
– Walang sangit (Leptorixa oratorius Thumb.)
– Kepik hijau (Nezara viridula L)
– Bapak pucung (Dysdercus cingulatus F)

d. Ordo Homoptera (wereng, kutu dan sebagainya)

Anggota ordo Homoptera memiliki morfologi yang mirip dengan ordo Hemiptera. Perbedaan pokok antara  keduanya antara lain terletak pada morfologi sayap depan dan tempat pemunculan rostumnya.

Sayap depan anggota ordo Homoptera memiliki tekstur yang homogen, bisa keras semua atau membranus semua, sedang sayap belakang bersifat membranus.

Alat mulut juga bertipe pencucuk pengisap dan rostumnya muncul dari bagian posterior kepala. Alat-alat tambahan baik pada kepala maupun thorax umumnya sama dengan anggota Hemiptera.

Tipe metamorfose sederhana (paurometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> nimfa —> dewasa. Baik nimfa maupun dewasa umumnya dapat bertindak sebagai hama tanaman.

Serangga anggota ordo Homoptera ini meliputi kelompok wereng dan kutu-kutuan, seperti :

– Wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal.)

– Kutu putih daun kelapa (Aleurodicus destructor Mask.)

– Kutu loncat lamtoro (Heteropsylla sp.).

Wereng merupakan hama bag tumbuhan Hama ini cukup

berbahaya, disamping dapat merusak secara

langsung dengan mengisap cairan tanaman sehingga tanaman menjadi layu dan kering, dapat juga berperan sebagai vektor penyakit virus kerdil rumput dan kerdil hampa yang mengakibatkan gagal panen.

e.  Ordo Hymenoptera (bangsa tawon, tabuhan, semut)

Kebanyakan dari anggotanya bertindak sebagai predator/parasitoid pada serangga lain da  n sebagian yang lain sebagai penyerbuk.

Sayap terdiri dari dua pasang dan membranus. Sayap depan umumnya lebih besar daripada sayap belakang. Pada kepala dijumpai adanya antene (sepasang), mata facet dan occelli. Tipe alat mulut penggigit atau penggigit-pengisap yang dilengkapi flabellum sebagai alat pengisapnya.

Metamorfose sempurna (Holometabola) yang melalui stadia : telur-> larva–> kepompong —> dewasa. Anggota famili Braconidae, Chalcididae, Ichnemonidae, Trichogrammatidae dikenal sebagai tabuhan parasit penting pada hama tanaman.

Beberapa contoh anggotanya antara lain adalah :

– Trichogramma sp. (parasit telur penggerek tebu/padi).

– Apanteles artonae Rohw. (tabuhan parasit ulat Artona).

– Tetratichus brontispae Ferr. (parasit kumbang Brontispa).

f.  Ordo Lepidoptera (bangsa kupu/ngengat)
Dari ordo ini, hanya stadium larva (ulat) saja yang berpotensi sebagai hama, namun beberapa diantaranya ada yang predator. Serangga dewasa umumnya sebagai pemakan/pengisap madu atau nektar. Demikian juga hubungan yang terjadi antara lebah dan bunga. Kupu-kupu memerlukan bunga karena bunga menyediakan nektar sebagai makanannya. Bunga membutuhkan kupu-kupu karena gerakan bagian tubuh kupu-kupu dapat mengakibatkan jatuhnya serbuk sari ke atas kepala putik. Serbuk sari adalah alat kelamin jantan pada bunga, sedangkan putik merupakan alat kelamin betina pada bunga. Pertemuan antara serbuk sari dan putik menyebabkan terjadinya penyerbukan. Denagn penyerbukan, tumbuhan berbunga dapat berkembang biak.
Sayap terdiri dari dua pasang, membranus dan tertutup oleh sisik-sisik yang berwarna-warni. Pada kepala dijumpai adanya alat mulut seranga bertipe pengisap, sedang larvanya memiliki tipe penggigit. Pada serangga dewasa, alat mulut berupa tabung yang disebut proboscis, palpus maxillaris dan mandibula biasanya mereduksi, tetapi palpus labialis berkembang sempurna.
Metamorfose bertipe sempurna (Holometabola) yang perkembangannya melalui stadia : telur —> larva —> kepompong —> dewasa. Larva bertipe polipoda, memiliki baik kaki thoracal maupun abdominal, sedang pupanya bertipe obtekta.
Beberapa jenisnya antara lain :
– Penggerek batang padi kuning (Tryporiza incertulas Wlk)
– Kupu gajah (Attacus atlas L)
– Ulat grayak pada tembakau (Spodoptera litura)

g. Ordo Odonata (bangsa capung/kinjeng)
             Memiliki anggota yang cukup besar dan mudah dikenal. Sayap dua pasang dan bersifat membranus. Pada capung besar dijumpai vena-vena yang jelas dan pada kepala dijumpai adanya mata facet yang besar.Metamorfose tidak sempurna (Hemimetabola), pada stadium larva dijumpai adanya alat tambahan berupa insang dan hidup di dalam air.
Anggota-anggotanya dikenal sebagai predator pada beberapa jenis serangga kecil yang termasuk hama, seperti beberapa jenis trips, wereng, kutu loncat serta ngengat penggerek batang padi.

h.  Ordo Orthoptera (bangsa belalang)
Sebagian anggotanya dikenal sebaga   i pemakan tumbuhan, namun ada beberapa di antaranya yang bertindak sebagai predator pada serangga lain.
Anggota dari ordo ini umumnya memilki sayap dua pasang. Sayap depan lebih sempit daripada sayap belakang dengan vena-vena menebal/mengeras dan disebut tegmina. Sayap belakang membranus dan melebar dengan vena-vena yang teratur. Pada waktu istirahat sayap belakang melipat di bawah sayap depan.

Alat-alat tambahan lain pada caput antara lain : dua buah (sepasang) mata facet, sepasang antene, serta tiga buah mata sederhana (occeli). Dua pasang sayap serta tiga pasang kaki terdapat pada thorax. Pada segmen (ruas) pertama abdomen terdapat suatu membran alat pendengar yang disebut tympanum.                    Spiralukum yang merupakan alat pernafasan luar terdapat pada tiap-tiap segmen abdomen maupun thorax. Anus dan alat genetalia luar dijumpai pada ujung abdomen (segmen terakhir abdomen).Ada mulutnya bertipe penggigit dan penguyah yang memiliki bagian-bagian labrum, sepasang mandibula, sepasang maxilla dengan masing-masing terdapat palpus maxillarisnya, dan labium dengan palpus labialisnya.
Metamorfose sederhana (paurometabola) dengan perkembangan melalui tiga stadia yaitu telur —> nimfa —> dewasa (imago). Bentuk nimfa dan dewasa terutama dibedakan pada bentuk dan ukuran sayap serta ukuran tubuhnya.
Beberapa jenis serangga anggota ordo Orthoptera ini adalah :
– Kecoa (Periplaneta sp.)
– Belalang sembah/mantis (Otomantis sp.)
– Belalang kayu (Valanga nigricornis Drum.)

i.    Ordo Archiptera atau Isoptera (bersayap asli)

ordo ini Termasuk Exopterygota yang mempunyai dua pasang sayap yang tipis dan berukuran sama.Metamorfosisnya tidak sempurna contohnya Aeshna (capung) dan Reticulitermis (anai-anai) , Rayap.

Rayap membentuk susunan masyarakat (polimorfisme), yaitu raja, ratu, prajurit (tentara), dan pekerja (tidak bersayap)Rayap prajurit dan pekerja mandul Di dalam usus rayap terdapat flagellata yang mencerna selulosa.

j.      Siphonoptera

Contoh serangga kelompok ini adalah bermacam-macam kutu, seperti kutu anjing, kutu tikus, dan kutu manusia. Dan contoh-contoh itu dapat diketahui bahwa ukuran tubuh anggota Siphonoptera hanya beberapa milimeter saja. Kutu terbesar dengan ukuran panjang 5 mm yaitu Hystricopsylla gigas yang hidup pada binatang pengerat di California.

Siphonoptera tidak mempunyai sayap, namun dapat berpindah ke tubuh inang atau dari inang yang satu ke inang yang lain menggunakan kakinya yang kuat untuk meloncat. Dengan menggunakan mulut penusuk dan pengisap, hewan ini mengisap darah inang. Dengan demikian, hewan ini dapat menyebarkan penyakit, misalnya kutu tikus (Xenopsylla cheopsis) menularkan penyakit ke Pasturella pestis yang menyebabkan bisul bubo dan juga dapat menularkan penyakit ke Typus murina. Tungga penetras hidup pada kaki mamalia. Hewan yang betina bersarang di bawah kulit dengan cara menembusnya lebih dahulu. Siphonoptera mengalami metamorfosis sempurna. Larva tidak berkaki. Hewan ini bermata tunggal atau tidak mempunyai mata sama sekali

 

2.     Hubungan Serangga dengan Tumbuhana. 

a. Tumbuhan sebagai sumber pakan serangga

Beberapa kelompok serangga sangat peka terhadap kandungan nitrogen di dalam jaringan tumbuhan, misalnya kelompok serangga pengisap dari ordo Heteroptera yang meningkat populasinya ketika mendapatkan pakan tumbuhan yang mengandung nitrogen dalam jumlah tinggi. Wereng batang coklat (WBC), salah satu hama padi yang paling umum adalah salah satu contoh serangga yang sangat peka terhadap kandungan nitrogen di dalam jaringan tumbuhan (padi). Kandungan nitrogen pada tumbuhan juga menentukan kualitas ekskresi dan status asam amino di dalam tubuh Bemisia tabaci.

Selain protein dan asam amino, tumbuhan juga menyediakan senyawa lain yang dibutuhkan serangga, misalnya karbohidrat, lipida, sterol, asam lemak, vitamin, dan mineral.

b.  Tumbuhan sebagai tempat hidup dan berlindung

Banyak serangga hidup di dalam jaringan tumbuhan. Mereka dapat meliang di dalam batang, buah, atau biji (disebut penggerek atau borer), atau meliang di dalam jaringan daun (disebut pengorok atau miner).

Beberapa spesies rayap arboreal (hidup pada tumbuhan), membuat liang-liang yang rumit susunannya di dalam permukaan batang.

Beberapa serangga menggunakan hijaunya daun untuk bersembunyi dari intaian mangsanya. Perhatikan belalang daun bersungut panjang (famili Tettigonidae) di berikut. Miripkah ia dengan daun? Belalang ini menerapkan strategi penyerupaan dengan daun tempatnya hinggap (a leaf mimicking strategy) untuk mengamankan dirinya sembari tetap menyantap dedaunan.

c.  Tumbuhan sebagai tempat mencari mangsa

Serangga-serangga predator dan parasitoid menggunakan tumbuhan sebagai tempat mencari pakan, atau menyembunyikan diri untuk menjebak calon mangsa.

Seekor belalang sembah (famili Mantidae) benar-benar memanfaatkan hijaunya daun untuk bersembunyi menunggu mangsanya.

 

 

3.     Morfologi Belalang

Secara morfologi, tubuh belalang dewasa dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, Ketiga bagian tubuh belalang dewasa adalah kepala(caput), dada (thorax), dan perut (abdomen).

Bagian lain dari tubuh serangga terdiri dari antena,mata,tarsus,koksa,trokanter,timpanium,spirakel,femur,tibia,ovipositor dan sulkus.

a.    Caput

Caput merupakan kepala serangga yang berfungsi sebagai tempat melekatnya antena, mata majemuk, mata oseli, dan alat mulut. Selain itu kepala juga merupakan bagian depan dari tubuh serangga dan berfungsi untuk pengumpulan makanan dan manipulasi, penerima rangsang dan otak (perpaduan syaraf).

b.    Torak

Toraks adalah bagian yang menghubungkan antara caput dan abdomen. Torak serangga terdiri dari tiga ruas yaitu protorak, mesotorak, dan metatorak [Gambar 6]. Torak juga merupakan daerah lokomotor pada serangga dewasa karena pada torak terdapat tiga pasang kaki dan dua atau satu pasang sayap (kecuali ordo Thysanura tidak bersayap). Torak bagian dorsal disebut notum

c.    Abdomen

Abdomen serangga merupakan bagian tubuh yang memuat alat pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Abdomen serangga terdiri dari beberapa ruas, rata-rata 9-10 ruas. Bagian dorsal dan ventral mengalami sklerotisasi sedangkan bagian yang menghubungkannya berupa membran. Bagian dorsal yang mengalami sklerotisasi disebut tergit, bagian ventral disebut sternit, dan bagian ventral berupa membran disebut pleura.

d.     Antena

 Antena serangga berjumlah dua atau sepasang, berupa alat  tambahan  yang beruas-ruas dan berpori yang berfungsi sebagai alat sensor. Antena merupakan alat penting yang berfungsi sebagai alat perasa dan alat  pencium.

e.    Mata

Mata serangga terdiri dari dua macam yaitu mata majemuk dan mata oseli. Mata majemuk berfungsi sebagai pendeteksi warna dan bentuk, sedangkan mata oseli atau biasa disebut mata tunggal berfungsi sebagai pendeteksi intensitas cahaya. Mata majemuk terdiri dari beberapa ommati dia dan mata tunggal  terdiri dari satu. Sebagai contoh, mata majemuk capung terdiri dari 28.000 ommatidia dan satu ommatidiumnya berukuran + 10 µm. Serangga makan dengan menggunakan mulutnya.

f.     Tungkai serangga terdiri dari enam ruas yang terdiri dari :

    1. Tarsus  terdiri atas 3 segmen yang tampak, salah satu yang bersendi dengan tibia memiliki 3 bantalan pada pemrukaan ventral. Sedangkan segmen paling ujung dilengkapi sepasang cakar yang terletak diantara lobus berdaging (pulvillus
    2. Koksa yang merupakan bagian yang melekat langsung pada thoraks
    3. Trokanter  bagian kedua dari ruas tungkai berukuran lebih pendek dari pada koksa dan sebagian bersatu dengan ruas ketiga
    4. Femur  merupakan ruas yang terbesar
    5. Tibia, ukurannya lebih ramping tetapi hampir sama panjang dengan femur pada bagian ujung tibia biasanya terdapat duri-duri atau taji
    6. Pretarsus, ruas terakhir dari tungkai, terdiri dari sepasang kuku tarsus dan diantaranya terdapat struktur seperti bantalan yang disebut arolium
    7. g.    Ovipostior

Belalang betina dapat dengan mudah dibedakan dari belalang jantan karena adanya ovipositor.ovipositor, merupakan alat yang berfungsi sebagai alat untuk meletakkan telur.

h.    sulkus

yaitu lekukan pada kutikula bagian luar

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Serangga/02/10/11/
  2. http://majalahserangga.wordpress.com/2011/07/29/hubungan-mesra-antara-serangga-dan-tumbuhan/
  3. http://klimatologi.wordpress.com/2009/01/05/ordo-ordo-serangga/
  4. http://agrotekaceh.blogspot.com/2011/06/serangga.html
  5. http://sudarnitapasaribu.blogspot.com/p/makhluk-hidup-dan-kehidupann/02/10/11/htm
  6. http://rioardi.wordpress.com/2009/01/21/ordo-ordo-serangga/

~ oleh Hae_RyN's pada April 7, 2012.

3 Tanggapan to “SEPULUH ORDO PADA FILUM INSECTA DAN HUBUNGANNYA DENGAN TUMBUHAN”

  1. I appreciate your insightful writing. first class contribution. I hope you produce many. I will continue reading

  2. I love your useful writing. topnotch work. I hope you produce others. I will carry on reading

  3. new rolls royce ghost Well done on your site that is always open to innovation and suggestions. rolls royce new

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: