Bunga Krisan

“Bunga Krisan”

Chrysanthemum morifolium

Kingdom               : Plantae (tumbuh-tumbuhan)

Divisi                      : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

Sub-divisi             : Angiospermae (berbiji tertutup)

Kelas                      : Dycotiledonae (biji berkeping dua)

Ordo                       : Asterales (compositae)

Famili                     : Asteraceae

Genus                     : Chrysanthemum

Spesies                   : Chrysanthemum morifolium Ramat, dan lain-lain.

Menurut Haryani (1995) dalam Rukmana dan Mulyana (1997) menjelaskan secara singkat deskripsi beberapa varietas krisan bunga potong antara lain:

1.      Ellen van Langen

Bentuk (tipe) bunga tunggal, berwarna putih, diameter bunga 65 mm, dan diameter mata bunga 18 mm.

2.      Gold van Langen

Bentuk bunga tunggal, berwarna kuning emas, diameter bunga 65 mm, dan diameter mata bunga 18 mm.

3.      Paso Doble

Bentuk bunga anemoe, berwarna putih merah, diameter bunga 56 mm, dan diameter mata bunga 30 mm.

4.      Pink Paso Doble

Bentuk bunga anemoe, berwarna putih merah, diameter bunga 70 mm, dan diameter mata bunga 15 mm.

5.      Reagen

Bentuk bunga single, berwarna pink, diameter bunga dan mata bunga 75 mm dan 15 mm.

6.      Salmon Impala

Bentuk bunga single, berwarna pink, diameter bunga dan mata bunga 70 mm dan 15 mm.

7.      Klondike

Bentuk bunga single, berwarna merah, diameter bunga dan mata bunga 65 mm dan 17 mm.

8.      Puma

Bentuk bunga anemoe, berwarna kuning, diameter bunga dan mata bunga 45 mm dan 25 mm.

9.      Yellow Puma

Bentuk bunga anemoe, berwarna kuning, diameter bunga dan mata bunga 45 mm dan 25 mm.

10.  Peach Fiji

Bentuk bunga dekorative, berwarna apricot, diameter bunga dan mata bunga 90 mm dan 20 mm.

Menurut Rukmana dan Mulyana (1997), ciri-ciri morfologi tanaman krisan sebagai berikut:

1. Batang

Batang tanaman krisan tumbuk tegak, berstruktur lunak dan berwarna hijau. Bila dibiarkan tumbuh terus, batang menjadi keras (berkayu) dan berwarna hijau kecokelat-cokelatan.

2. Akar

Perakaran tanaman krisan dapat menyebar kesemua arah pada kedalaman 30 cm – 40 cm. akarnya mudah mengalami kerusakan akibat pengaruh lingkungan yang kurang baik, hal tersebut dikarenakan akar tanaman krisan berjenis serabut (Hasim dan Reza, 1995).

3. Bunga

Bunga krisan tumbuh tegak pada ujung tanaman dan tersusun dalam tangkai (tandan) berukuran pendek sampai panjang. Bunga krisan digolongkan dalam dua jenis yaitu jenis spray dan standar. Krisan jenis spray dalam satu tangkai bunga terdapat 10 sampai 20 kumtum bunga berukuran kecil. Sedangkan jenis standar pada satu tangkai bunga hanya terdapat satu kuntum bunga berukuran besar. Selain itu kalangan floriskulturis juga membedakan bentuk bunga krisan dalam lima macam (golongan), yaitu bentuk tunggal, anemone, pompon, dekoratif dan bunga besar. Ciri-ciri kelima bentuk bunga krisan tersebut adalah:

a.   Tunggal

Karakteristik bunga tunggal adalah pada tiap tangkai terdapat 1 kumtum bunga, piringan dasar bunga sempit, dan susunan mahkota bunga hanya satu lapis.

b.   Anemone

Bentuk bunga anemone mirip dengan bunga tunggal, tetapi piringan dasar bunganya lebar dan tebal.

c.   Pompon

Bentuk bunga bulat seperti bola, mahkota bunga menyebar kesemua arah, dan piringan dasar bunganya tidak tampak.

d.   Dekoratif

Bunga berbentuk bulat seperti pompon, tetapi mahkota bunganya bertumpuk rapat, ditengah pendek dan bagian tepi memanjang.

e.    Bunga besar

Karakteristiknya adalah pada tiap tangkai terdapat satu kuntum bunga, berukuran besar dengan diameter lebih dari 10 cm. piringan dasar tidak tampak, mahkota bunganya memiliki banyak variasi, antara lain melekuk ke dalam atau ke luar, pipih, panjang, bentuk sendok dan lain-lain.

4. Daun

Daun pada tanaman krisan merupakan ciri khas dari tanaman ini. Bentuk daun tanaman krisan yaitu bagian tepi bercelah atau bergerigi, tersusun berselang-seling pada cabang atau batang.

5. Buah dan biji

Buah yang dihasilkan dari proses penyerbukan berisi banyak biji. Biji digunakan untuk bahan perbanyakan tanaman secara generatif. Biji krisan berukuran kecil dan berwarna cokelat sampai hitam.

  1. Ekologi Tanaman Krisan

syarat tumbuh krisan antara lain:

1.      Keadaan Iklim

a.    Cahaya

Dari unsur cahaya itu sendiri ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu intensitas, kualitas, dan lama pencahayaannya. Intensitas cahaya dihitung dengan satuan lux. Tanaman krisan memerlukan intensitas cahaya pada siang hari sebesar 32.000 lux untuk pertumbuhan yang optimal. Intensitas cahaya pada siang hari di dataran tinggi di Indonesia (1000 m di atas permukaan laut) adalah sebesar 50.000 lux. Oleh kerena itu untuk memperoleh intensitas cahaya yang sesuai bagi tanaman krisan diperlukan naungan misalnya dengan paranet. Fungsi paranet selain untuk mengurangi intensitas cahaya juga dapat mengurangi suhu udara lingkungan tanaman. Sedang kualitas cahaya berkaitan dengan spektrum cahaya yang menunjang fotosintesis dan foto periode.

Indonesia terletak didaerah khatulistiwa (equator) mempunyai panjang hari sekitar 12 jam cocok untuk pertumbuhan tanaman krisan, tetapi kurang produktif bagi pembungaan. Untuk mendapatkan bunga yang berkualitas baik, tanaman krisan membutuhkan cahaya yang lebih lama dari pada panjang hari normal. Karena itu, diperlukan penambahan panjang hari dengan penyinaran buatan (Rukmana dan Mulyana, 1997).

b.      Suhu udara

Suhu udara termasuk salah satu faktor penting dalam proses pembungaan setelah cahaya. Suhu udara siang hari yang ideal untuk pertumbuhan tanaman krisan berkisar antara 200C – 260C dengan batas minimum 170C dan batas maksimum 300C. Suhu udara pada malam hari merupakan faktor penting dalam mempercepat pembentukan tunas bunga. Suhu ideal berkisar antara 160C – 180C. Jika suhu turun dibawah 160C maka pertumbuhan tanaman menjadi lebih vegetatif, bertambah tinggi, dan lambat berbunga. Namun pada suhu tersebut intensitas warna bunganya meningkat (cerah). Sebaliknya, bila suhu siang terlalu tinggi dapat mengakibatkan melunturnya warna bunga sehingga penampilannya tampak kusam walaupun bunganya masih segar (Hasim dan Reza, 1995).

c.       Kelembaban udara

Tanaman krisan umumnya membutuhkan kondisi kelembaban udara yang tinggi. Kelembaban udara yang tinggi perlu diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai (lancar) di sekitar kebun. Bila kelembaban yang tinggi, sementara sirkulasi udara jelek dapat menyebabkan mudah berkembangnya organisme penyebab penyakit, terutama cendawan (jamur). Menurut Hasim dan Reza (1995), tanaman krisan untuk pertumbuhannya memerlukan kelembaban udara antara 70% – 80%.

d.      Curah hujan

Tanaman krisan tidak tahan terhadap hujan deras atau curah hujan tinggi yang langsung menerpa tanaman, karena akan menyebabkan tanaman mudah roboh, rusak dan kualitas bunganya rendah. Pembudidayaan di daerah yang bercurah hujan tinggi dapat dilakukan di dalam bangunan rumah plastik/serre dan greenhouse.

e.       Ketinggian tempat

Ketinggian tempat atau lokasi penanaman sangat berhubungan dengan perubahan suhu, intensitas cahaya, dan kelembaban udara. Semakin tinggi letak suatu tempat dari permukaan laut, makin dingin atau makin rendah suhunya. Untuk kenaikan 100 m dari permukaan laut, suhu akan turun sekitar 10C. tanaman krisan dapat tumbuh dan berkembang baik pada ketinggian antara 700 m – 1200 m di atas permukaan laut.

f.       Karbondioksida

Karbondioksida berperan penting dalam proses metabolisme tanaman, khususnya proses fotosintesis. Kadar CO2 yang ideal dan dianjurkan untuk memacu kemampuan fotosintesis tanaman krisan adalah 600 ppm – 900 ppm.

2.      Keadaan tanah (media tanah)

Tanah yang ideal untuk kebun krisan adalah tanah yang bertekstur liat berpasir, subur, gembur dan drainase yang baik, tidak mengandung hama atau penyakit ulat tanah (soil borne), dan ber-pH 5,5-6,7. Kandungan bahan organik yang tinggi dan mengandung berbagai unsur hara mineral yang dibutuhkan tanaman juga merupakan syarat untuk media tanam yang baik. Komposisi media yang ideal ikut menentukan keadaan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

~ oleh Hae_RyN's pada Mei 13, 2012.

3 Tanggapan to “Bunga Krisan”

  1. If you want to get social bookmarking backlinks that will help skyrocket your website search engine ranking straight to the top, check out this site http://socialbookmarksubmission.org/

  2. If you’re serious about getting tons of free targeted traffic to your site, watch this 1 minute video for free at http://doneforyoutrafficz.com

  3. After reading your blog post I browsed your website a bit and noticed you aren’t ranking nearly as well in Google as you could be. I possess a handful of blogs myself and I think you should take a look here: http://seopressors.org You’ll find it’s a very nice tool that can bring you a lot more visitors. Keep up the quality posts

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: