Dinamika Sosio – Ekologi Pedesaan : Perspektif Dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan Dan Ekologi Politik

Dinamika Sosio – Ekologi Pedesaan : Perspektif Dan Pertautan Keilmuan Ekologi Manusia, Sosiologi Lingkungan Dan Ekologi Politik.

 

 

Secara ontologis, konsep-konsep ekologi manusia merupakan konsep-konsep dasar tentang hubungan manusua dengan lingkungannya didalam disip- lin ilmu ekologi-biologi. Konsep-konsep dasar seperti proses adaptasi dan maladaptasi ekologis untuk mengkaji sekelompok manusia atau komunitas lokal dalam bertahan hidup disuatu kawasan, menjadi gagasan dasar untuk men-   jelaskan perkembangan sistem sosial masyarakat berdasarkan interaksinya dengan alam.

Ekologi manusia mengenal beberapa konsep yang menjelaskan keadaan dinamika suatu ekosistem seperti pertukaran materi, perubahan ekologis, kesetimbangan dan ketidaksetimbangan populasi, distribusi dan interaksi. Dalam dinamika internal ekosistem ini terdapat dua faktor pendukung utama yaitu faktor abiotik (tanah, sinar matahari,air dan gas) dan dan faktor biotik (makhluk hidup).

Bidang ilmu ekologi manusia dibutuhkan kehadirannya dalam dunia ilmu pengetahuan, karena kemampuannya dalam memberikan landasan teoretik dan konseptual yang berguna untuk memaknai dan memahami fenomena dan fakta hubungan interaksional manusia dan alam serta perubahan sosial dan ekologis yang terjadi dialam. Perubahan ekologi adalah dampak yang tidak dapat dielakkan dari interakasi manusia dan alam yang berlangsung dalam konteks pertukaran. Proses pertukaran itu sendiri melibatkan energi, materi dan informasi yang saling diberikan oleh kedua belah pihak yang saling berinteraksi. Namun tidak selamanya pertukaran energi dan materi antara sistem sosial dan sistem ekologis berlangsung dalam suasana yang arif, pemenuhan kebutuhan hidup manusia yang terus meningkat telah membawamanusia pada suatu fase yang mendorong manusia untuk mengembangkan tindakan-tindakan eksploitatif disetiap aras ekosistem mikro-meso-makro  diseluruh pelosok bumi ini.

Dari segi dinamika kependudukan, krisis ekologi dimulai dari jumlah penduduk manusia diplanet bumi yang terus meningkat secara signifikan. Ledakan populasi manusia itu menyebabkan interaksi manusia dan alam mengalami dinamika yang luar biasa. Krisis ekologi dibumi yang tampak nyata seperti kelaparan akibat kurangnya bahan pangan, langkanya sumber energi, erosi, banjir, dan longsor. Makin terbatasnya ruang kehidupan akibat tekanan penduduk telah memaksa manusia untuk mengembangkan proses pemanenan energi dan materi yang semakin eksploitatif. Alam dipaksa terus berkompromi terhadap kehadiaran manusia yang semakin banyak jumlahnya. Dalam hal ini, krisis ekologi global yang membayang-bayangi banyak orang adalah berlangsungnya prses-proses technometabolism (proses pengubahan bahan dan meteri melalui sentuhan teknologi yang rakus energi) yang terjadi pada masyarakat maju. Berbeda dengan masyarakat natural metaolism, yang proses produksi industrialnya mengandalkan input materi, bahan baku, dan sumber daya alam serta energi extra tinggi (yang berasal dari sistem ekologo setempat) dan sekaligus menghasilkan sampah atau limbah beracun yang sangat membahayakan eksistensi bumi dan isinya. Dua hal yang pasti terjadi karena hal ini adalah kehancuran lingkungan dan kemiskinan.

 

 

~ oleh Hae_RyN's pada Mei 13, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: