Metode Dalam Pengambilan Sampling Komunitas Vegetasi

 

 

Metode Dalam Pengambilan Sampling Komunitas Vegetasi

 

A.    Frekuensi, Dominasi dan arti penting

  1. Frekuensi adalah presentase total kuadrat yang berisi paling sedikit satu individu species tertentu yang berakar. Ini adalah sebagian suatu ukuran dimana peneliti relative menyebut sosiabilitas. Frekuensi relative adalah frekuensi satu spesies sebagai presentase frekuensi dibagi satu spesies sebagai presentase frekuensi total tumbuhan.
  2. Dominansi

Dominansi menyatakan suatu jenis tumbuhan utama yang mempengaruhi dan melaksanakan kontrol terhadap komunitas dengan cara banyaknya jumlah jenis, besarnya ukuran maupun pertumbuhannya yang dominan. Suatu jenis tumbuhan yang mampu melaksanakan kontrol atas aliran energy yang terdapat dalam komunitas dinamakan ekologi dominan.

3. Arti penting (nilai penting)

Arti penting mengacu pada sumbangan relative suatu spesies kepada seluruh komunitas. Nilai penting berguna untuk menetukan dominansi jenis tumbuhan terhadap jenis tumbuhan lainnya, karena dalam suatu komunitas yang bersifat heterogen data parameter vegetasi sendiri-sendiri dari nilai frekuensi, kerapatan dan dominansinya tidak dapat menggambarkan secara menyeluruh, maka untuk menentukan nilai pentingnya yang mempunyai kaitan dengan struktur komunitasnya dapat diketahui dari indeks nilai pentingnya, yaitu :

INP = FR + KR + DR

McCormick dan Harcombe (1968) mengusulkan beberapa modifikasi, yaitu :

  1. Bahwa sisi harus dalam skala akar kuadrat dan bukan aritmatika, yang berakibat perbedaan.
  2. Bahwa hanya nilai relative yang dipakai, dan bukan campuran skala relative yang dipakai dan mutlak.
  3. Bahwa sisi-sisi tersebut dapat berupa densitas relative, basal area, cover, dan frekuensi, atau sifat lain seperyi biomas.
  4. B.     Biomas dan Produktifitas

Biomas adalah berat vegetasi per unit area, sinonim dengan “standing crop” dan fitomas. Dominansi atau importance sembarang spesies dapat dinyatakan sebagai presentase total biomas. Untuk kuadrat kecil dalam vegetasi herba, biomas dapat diukur dengan memotong (clipping) semua bagian di atas tanah, dikeringkan dalam oven, dan ditimbang. Idealnya, akar juga harus dicabut, tetapi akar tersebut sering diabaikan, akibatnya kebanyakan data biomas hanya tumbuhan di atas tanah.

C.    Metode – metode untuk menganalisis suatu vegetasi

1. Metode kuadrat (kuadrat methods)

Berdasarkan metode pantauan luas minimum akan dapat ditentukan luas kuadrat yang ditentukan untuk setiap bentuk vegetasi tadi. Untuk setiap plot yang disebarkan dilakukan perhitungan terhadap variabel-variabel kerapatan, kerimbunan dan frekuensi. Variabel kerimbunan dan kerapatan ditentukan berdasarkan luas kerapatan dari spesies yang ditemukan dari sejumlah kuadrat yang dibuat. Kelimpahan setiap spesies individu atau jenis struktur biasanya dinyatakan sebagai suatu persen jumlah total spesies yang ada dalam komunitas. Kelimpahan dan frekuensi sangat penting dalam menentukan struktur komunitas.

Metode kuadrat ada beberapa jenis, yaitu :

a. Liat Quadrat

Spesies di luar sampel dicatat.

b. Count/List Count Quadrat

Metode ini dikerjakan dengan menghitung jumlah spesies yang ada beberapa batang dari masing-masing spesies di dalam petak.

c.. Cover Quadrat (Basal Area Kuadrat)

Penutupan relatif dicatat,jadi persentase tanah yang tertutup vegetasi. Metode ini digunakan untuk memperkirakan berapa area (penutupan relatif) yang diperlukan tiap-tiap spesies dan berapa total basal dari vegetasi di suatu daerah. Total basal dari vegetasi merupakan penjumlahan basal area dari beberapa jenis tanaman. Cara umum untuk mengetahui basal area pohon dapat dengan mengukur diameter pohon pada tinggi 1,375 m (setinggi dada).

d. Chart Quadrat

Metode ini berguna dalam mereproduksi secara tepat tepi-tepi vegetasi dan menentukan letak tiap-tiap spesies yang vegetasinya tidak begitu rapat. Alat yang digunakan pantograf dan planimeter. Planimeter merupakan alat yang dipakai dalam pantograf yaitu alat otomatis untuk mencatat ukuran suatu luas bila batas-batasnya diikuti dengan jarumnya.

Langkah-langkah kerja dalam melakukan penelitian/analisis vegetasi metode kuadrat :

  1. Menyebarkan 5 kuadran ukuran 1 m2 secara acak di suatu vegetasi tertentu.
  2. Melakukan analisis vegetasi berdasarkan variabel-variabel kerapatan, kerimbunan dan frekuensi.
  3. Melakukan perhitungan untuk mencari harga relatif dari setiap variabel untuk setiap tumbuhan.
  4. Melanjutkan perhitungan untuk mencari harga nilai penting dari setiap jenis tumbuhan.
  5. Menyusun harga nilai penting yang sudah diperoleh pada suatu tabel dengan ketentuan bahwa tumbuhan yang nilai pentingnya tertinggi diletakkan pada tempat teratas.
  6. Memberi nama vegetasi yang telah digunakan berdasarkan 2 jenis/spesies yang memiliki nilai penting terbesar.
  1. Metode kuadran

Metode kuadran adalah salah satu metode yang tidak menggunakan petak contoh  (plotless) metode ini sangat baik untuk menduga komunitas yang berbentuk pohon dan tihang, contohnya vegetasi hutan. Apabila diameter tersebut lebih besar atau sama dengan 20 cm maka disebut pohon, dan jika diameter tersebut antara 10-20 cm maka disebut pole (tihang), dan jika tinggi pohon 2,5 m sampai diameter 10 cm disebut saling atau belta ( pancang ) dan mulai anakan sampai pohaon setinggi 2,5 meter disebut seedling ( anakan/semai ).

Cara pengambilan data dalam metode kuadran, yaitu :

  1. Buat garis kompas.
  2. Tentukan titik pengamatan (plat).
  3. Buat garis silang yang tegak lurus sehingga terbagi empat kuadran (daerah).
  4. Pilih satu pohon yang terdekat dari titik pengamatan untuk masing-masing kuadran sesuai dengan kriteria (pohon, poles/tiang, sapling).
  5. Ukur diameternya.
  6. Ukur jaraknya terhadap titik pengamatan

Untuk suatu kondisi hutan yang luas, maka kegiatan analisa vegetasi erat kaitannya dengan sampling, artinya kita cukup menempatkan beberapa petak contoh untuk mewakili habitat tersebut. Dalam sampling ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu jumlah petak contoh, cara peletakan petak contoh dan teknik analisa vegetasi yang digunakan.

  • Penarikan sampel dalam menganalisis vegetasi ada 2 yaitu :
  1. 1.      Menentukan Luas Area Research dan Intensitas Sampling

Sebagai contoh luas kawasan yang akan kita eksplorasi adalah 10 ha, dan kitamenginginkan intensitas sampling (IS) 5% (artinya, kita hanya akan mengukur 5% dari luas total 10 ha).

Metode yang digunakan untuk mengukur LPC (Luas Petak Contoh) adalah dengan metode Kurva Species Area (KSA) maka akan didapatkan Indeks Nilai Kurva Species Area. Metode KSA merupakan suatu teknik untuk menentukan luasan petak contoh terkecil yang dianggap mencakup/mewakili keadaan habitat dari suatu tipe komunitas/tegakan.

Caranya adalah dengan mendaftarkan jenis-jenis yang terdapat pada petak kecil, kemudian petak tersebut diperbesar dua kali dan jenis-jenis yang ditemukan kembali didaftarkan. Pekerjaan berhenti sampai dimana penambahan luas petak tidak menyebabkan penambahan yang berarti pada banyaknya jenis.

Syarat :

Luas minimun ini ditetapkan dengan dasar jika penambahan luas petak tidak menyebabkan kenaikan jumlah jenis lebih dari 5-10% (Oosting, 1958; Cain& Castro, 1959).

Cara kerja :

  1. Pertama-tama tentukan petak awal . Pada gambar di atas, luas petak awal adalah 2m x 2 m.Kemudian luas petak awal di perbesar 2 m ke samping, sehingga luas petak menjadi 2 m x 4 m (lihat angka 2 pada gambar di atas).
  2. Jika penambahan luas petak mengalami kenaikan jumlah jenis lebih dari 5%, maka petak di perluas lagi dengan penambahan 2 m ke bawah, sehingga luas petak menjadi 4 m x 4 m (lihat angka 3 pada gambar di atas).
  3. Jika penambahan luas petak masih mengalami kenaikan jumlah jenis lebih dari 5%, maka petak di perluas lagi dengan penambahan 4 m ke samping,sehingga luas petak menjadi 8 m x 4 m (lihat angka 4 pada gambar di atas).
  4. Jika penambahan luas petak masih juga mengalami kenaikan jumlah jenis lebih dari 5%, maka petak di perluas lagi dengan penambahan 4 m ke bawah,sehingga luas petak menjadi 8 m 8 4 m (lihat angka 3 pada gambar di atas).
  5. Demikian seterusnya hingga ditemukan penambahan luas petak tidak menyebabkan kenaikan jumlah jenis lebih dari 5%. Sebagai contoh, hasil pengukuran KSA dapat dilihat pada tabel berikut ini :
       Petak Ukuran Petak Luas Jumlah Jenis Penambahan Jenis
1 2m x 2m 0,0004 Ha 5
2 2m x 4m 0,0008 Ha 10 5
3 4m x 4m 0,0016 Ha 16 6
4 4m x 8m 0,0032 Ha 19 3
5 8m x 8m 0,0064 Ha 21 2
6 8m x 16m 0,0128 Ha 22 1

Dari tabel di atas, diketahui bahwa penambahan jenis pada ukuran petak 8m x16m sudah mencapai angka dibawah 5% (sesuai syarat Oosting, 1958; Cain &Castro, 1959), maka dapat ditetapkan bahwa luas petak ukur yang dapatmewakili komunitas pada rumput tersebut adalah adalah 8m x 16m atau 0.128ha.

Jadi : Nilai indeks KSA = 8 m x 16 m = 128 m2/10.000 = 0,0128 ha

Luasan ini bukanlah harga mutlak bahwa luas petak ukur yang harus kitagunakan adalah 0.128 ha, tapi nilai tersebut adalah nilai minimum, artinya kita bisa menambah ukuran petak contoh atau bahkan memodifikasinya karena yangharus kita perhatikan bahwa petak contohnya tidak kurang dari hasil KSA. Sebaiknya ukuran petak tersebut berbentuk persegi, sehingga petak hasilKSA tersebut dapat diubah menjadi ukuran 12m x12m = 0,144 ha > 0,128ha3.

  1. 2.      Menentukan Jumlah Petak Contoh Keseluruhan

Jika sudah dapat ditentukan luas petak minimum

, maka juga harus dapatditentukan jumlah petak contoh keseluruhan.

Hitungan sederhananya, tergantung kita menginginkan berapa luas total sampling yang kita inginkan. Sebagai contoh luas kawasan yang akan kita eksplorasi adalah 10 Ha, ukuran petak contoh yang ditentukan 12 m x 12 m dan kita menginginkan intensitas sampling (IS) 5% (artinya, kita hanya akan mengukur 5% dari luas total 10 ha). Maka jumlah petak contoh yang harus kita gunakan adalah :

Pertimbangan utama dalam penentuan ukuran kuadrat adalah kehomogenan vegetasi dan keadaan morfologi jenis tumbuhan yang diukur. Kuadrat yang berukuran kecil adalah sering lebih efisien dibandingkan kuadrat berukuran besar. Dalam hutan yang homogen, ketepatan untuk intensitas sampling tertentu cenderung lebih besar, karena jumlah satuan contoh yang bersifat bebas satu sama lain akan lebih banyak. Tetapi bila kuadrat berukuran kecil digunakan pada hutan yang heterogen. maka koefisien variasi akan tinggi. Oleh karena itu bila hutan heterogen sebaiknya kuadrat yang digunakan juga berukuran besar.

Ukuran kuadrat harus memenuhi tiga syarat, yaitu:

  1. Harus dapat mencakup sebanyak mungkin jenis tumbuhan dalam komunitas yang bersangkutan.
  2. Habitat dalam kuadrat harus diusahakan sehomogen mungkin; dan
  3. Penutupan vegetasi dalam kuadrat harus diusahakan sehomogen mungkin. Sebagai contoh, unit contoh ini sebaiknya tidak mencakup daerah terbuka yang cukup luas atau sebaiknya tidak didominasi (50% dari luas contoh) oleh satu jenis dan 50% lagi oleh jenis yang kedua.
    1. Kerapatan Di Dalam Analisis Vegetasi.

Kerapatan adalah jumlah individu suatu jenis tumbuhan dalam suatu luasan tertentu, misalnya 100 individu/Ha. Jumlah individu yang dinyatakan dalam persatuan ruang disebut kerapatan (Odum, 1975) yang umumnya dinyatakan sebagai jumlah individu atau biomas populasi persatuan areal atau volume, misalnya 200 pohon per Ha.

Besarnya Indeks Keanekaragaman jenis menurut Shannon-Wiener didefinisikan sebagai berikut :

  1. Nilai H > 3 menunjukkan bahwa keanekaragaman spesies pada suatu transek adalah melimpah tinggi.
  2. Nilai H 1  H 3 menunjukkan bahwa keanekaragaman spesies pada suatu transek adalah sedang melimpah.
  3. Nilai H < 1 menunjukkan bahwa keanekaragaman spesies pada suatu transek adalah sedikit atau rendah.

Contoh Hasil Analisis Vegetasi

No Nama Lokal Nama Latin INP H
1 Sirsak Annona muricata 19,3705 0,1382
2 Pisang Musa paradisiaca 10,5327 0,1176
Jumlah 29,9032 1,6493

Berdasarkan table diatas maka dapat disimpulkan bahwa jenis petai berasosiasi dengan jenis jambu air. Karena Indeks Nilai Penting pada kedua jenis tersebut mempunyai nilai yang tinggi yaitu pada jenis petai (99,2736) dan jenis jambu air (68,6441). Sedangkan pada Indeks Keanekaragaman tingkat pohon sebesar 1,6493. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada komunitas tersebut menunjukkan keanekaragaman yang sedang melimpah.

  1. Kesimpulan : Frekuensi adalah presentase total kuadrat yang berisi paling sedikit satu individu species tertentu yang berakar. Ini adalah sebagian suatu ukuran dimana peneliti relative menyebut sosiabilitas. Frekuensi relative adalah frekuensi satu spesies sebagai presentase frekuensi dibagi satu spesies sebagai presentase frekuensi total tumbuhan.

`                       Dominansi menyatakan suatu jenis tumbuhan utama yang mempengaruhi dan melaksanakan kontrol terhadap komunitas dengan cara banyaknya jumlah jenis, besarnya ukuran maupun pertumbuhannya yang dominan. Suatu jenis tumbuhan yang mampu melaksanakan kontrol atas aliran energy yang terdapat dalam komunitas dinamakan ekologi dominan.

Arti penting mengacu pada sumbangan relative suatu spesies kepada seluruh komunitas. Nilai penting berguna untuk menetukan dominansi jenis tumbuhan terhadap jenis tumbuhan lainnya, karena dalam suatu komunitas yang bersifat heterogen data parameter vegetasi sendiri-sendiri dari nilai frekuensi, kerapatan dan dominansinya tidak dapat menggambarkan secara menyeluruh, maka untuk menentukan nilai pentingnya yang mempunyai kaitan dengan struktur komunitasnya dapat diketahui dari indeks nilai pentingnya, yaitu :

Biomas adalah berat vegetasi per unit area, sinonim dengan “standing crop” dan fitomas. Dominansi atau importance sembarang spesies dapat dinyatakan sebagai presentase total biomas. Untuk kuadrat kecil dalam vegetasi herba, biomas dapat diukur dengan memotong (clipping) semua bagian di atas tanah, dikeringkan dalam oven, dan ditimbang. Idealnya, akar juga harus dicabut, tetapi akar tersebut sering diabaikan, akibatnya kebanyakan data biomas hanya tumbuhan di atas tanah.

Metode – metode untuk menganalisis suatu vegetasi

  1. Metode kuadrat (kuadrat methods)

Metode kuadrat ada beberapa jenis, yaitu :

  1. Liat Quadrat
  2. Count/List Count Quadrat
  3. Cover Quadrat (Basal Area Kuadrat)
  4. Chart Quadrat

Sumber       :    Lumowa, sonja V.T. 2012 . Bahan Ajar Botani Tingkat Tinggi. Universitas mulawarman:samarinda

http://www.irwantoshut.net/analisis_vegetasi_Teknik_Analisis_Vegetasi.html

http://www.irwantoshut.net/analisis_vegetasi_Teknik_titik_kwadran.html

http://www.irwantoshut.net/analisis_vegetasi_Teknik_titik_garis_sentuh.html

http://www.irwantoshut.net/analisis_vegetasi_Teknik_Metode_Bitterlich.html

~ oleh Hae_RyN's pada Mei 13, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: