Tambang Emas Di Sungai Takaras Dipalangkaraya Kalteng

 

Tambang Emas Di Sungai Takaras Dipalangkaraya Kalteng

 

 

Indonesia sebagai negara yang memiliki hutan hujan tropis yang sangat luas tentunya memliliki sungai yang banyak pula, sedikitnya ada 5.590 sungai utama dan 65.017 anak sungai. Dari 5,5 ribu sungai utama panjang totalnya mencapai 94.573 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) mencapai 1.512.466 km2.

Disetiap kota atau daerah diIndonesia umumnya mempunyai sejumlah sungai yang melintasi daerah tersebut. Sungai mempunyai peran tersendiri bagi kehidupan mahkluk hidup disekitar pinggiran sungai. Selain mempunyai fungsi hidrologis, sungai juga mempunyai peran dalam menjaga keanekaragaman hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, pariwisata dan lainnya.

Karena besarnya manfaat sungai terutama dalam nilai ekonomi bagi masyarakat yang tinggal disekitaran sungai membuat masyarakat sekitar memanfaatkan sungai dengan cara yang salah misalnya dengan melakukan penambangan emas dipinggiran sungai.

Penambangan emas banyak dilakukan karena Emas merupakan logam mulia yang bernilai tinggi, sehingga tidak heran apabila masyarakat mencarinya walaupun untuk memperolehnya memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit seperti dengan melakukan penggalian atau eksplorasi alam. Sayangnya banyak usaha penambangan emas tidak memperhatikan permasalahan lingkungan hidup yang akan muncul akibat kegiatan tersebut. pertambangan rakyat ini merupakan hal yang baik dan tidak karena kegiatan tersebut dapat mendatangkan bencana bagi generasi kita dimasa datang apabila tidak ditangani dengan serius.

Di Kota Palangka Raya penambangan emas dilakukan di Sungai Takaras yang dimulai sejak tahun 2002 merupakan penambangan emas berskala kecil yang dilakukan tanpa seijin Pemerintah Kota Palangka Raya. Hal ini yang perlu ditangani secara terpadu karena Penambangan emas ini dilakukan oleh masyarakat dengan teknologi yang tidak ramah dengan lingkungan yaitu menggunakan mesin sedot atau mesin semprot dan menggunakan air raksa (merkuri) yang limbahnya langsung dibuang ke sungai sehingga dapat menimbulkan bencana bagi kita sekarang maupun bagi anak cucu kita dimasa yang akan datang.

Dampak lain yang ditimbulkan dari penambangan liar tersebut adalah menyebabkan erosi seluas 4.320 m2/hr, jumlah sedimentasi sedalam 12.960 m3/hr. Musnahnya pepohonan/hutan dipinggir sungai Takaras dalam radius 100 m. Dalam waktu 2 tahun kemungkinan sungai tersebut tidak bisa dilewati sarana transportasi air. Begitu juga dampak merkuri yang sudah mencemari sungai-sungai di Palangkara Raya dapat meracuni manusia lewat air minum, bahan makanan, pernafasan dan lewat pori-pori tubuh. Semua bentuk merkuri baik dalam bentuk metil maupun dalam bentuk alkil yang masuk ke dalam tubuh manusia secara terus-menerus akan menyebabkan kerusakan permanen pada otak, hati dan ginjal

Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kerusakan pada DAS takaras adalah sebagai berikut :

  1. Inventarisasi perubahan fungsi lahan yang menyebabkan masalah banjir.
  2. Pengkajian ulang tata ruang pada kawasan rawan banjir dan kawasan penyebab banjir, dan revitalisasi serta pengendaliannya.
  3. Meningkatkan penegakan hukum yang konsisten atas pelanggaran tata ruang, tata kota dan tata bangunan.
  4. Menyebarluaskan dan menciptakan sistem perizinan dengan prinsip “zero delta q policy” .
  5. Menyiapkan, menerapkan dan mengevaluasi pelaksanaan sistem insentif dan disinsentif antara hulu-hilir.
  6. Menerapkan sistem peringatan dini kepada masyarakat dan menyiapkan sistem evakuasi, serta menyelenggarakan simulasi dalam rangkamenghadapi banjir.
  7. Melakukan pencegahan perubahan fungsi daerah manfaat sungai.
  8. Meningkatkan pemberian informasi mengenai kawasan rawan bencana akibat daya rusak air.
  9. Melakukan perlindungan daerah permukiman, prasarana umum dan daerahproduksi nonpertanian dengan prasarana pengendalian banjir terhadap banjir tahunan dengan resiko sama atau lebih besar 4 (empat) persen serta perlindungan daerah produksi pertanian terhadap banjir dengan resiko sama atau lebih besar 10 (sepuluh) persen.
  10. Mengintegrasikan pengelolaan drainase perkotaan, pengendalian air larian di tingkat kawasan dengan prasarana pengendalian banjir.
  11. Melakukan pemisahan prasarana pembuangan limbah cair dan drainase, utamanya pada daerah pengembangan baru.
  12. Melakukan kegiatan tanggap darurat yang terdiri dari evaluasi tingkat bahaya dan kesiap-siagaan menghadapi bencana.
  13. Dalam keadaan terjadi bencana dilakukan upaya penyelamatan jiwa manusia, perbaikan darurat prasarana sumber daya air dan prasarana umum lainnya.
  14. Merehabilitasi kerusakan baik secara struktural maupun nonstruktural.
  15. Menumbuhkembangkan peran serta masyarakat dan swasta dalam kegiatan pemulihan akibat bencana.
  16. Menyediakan pembiayaan untuk penanggulangan daya rusak air yang bersumber dari dana APBN dan APBD dalam jumlah yang memadai.

 

Seandainya saya diberi kesempatan untuk memperoleh kewenangan dalam menangani masalah penambangan liar yang terjadi di DAS  takaras, kemungkinan besar hal-hal yang akan saya lakukan adalah :

  1. Menyelenggarakan pendampingan dan pelatihan dalam rangka peningkatan kepedulian dan kemampuan masyarakat untuk berperan serta dan bertanggung jawab dalam pengelolaan Sumber Daya Air di setiap Wilayah Sungai secara berkelanjutan.
  2. Menumbuhkan prakarsa serta memberikan peran kepada masyarakat disertai dengan pemberdayaan untuk meningkatkan partisipasi dan tanggung jawab masyarakat dalam pengelolaan Sumber Daya Air.
  3. Memberikan pengakuan hak ulayat masyarakat hukum adat setempat dalam pengelolaan Sumber Daya Air pada wilayahnya.
  4. Melakukan penyuluhan, pelatihan, dan pembinaan dalam menyikapi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan Sumber Daya Air kepada dunia usaha.
  5. Menyiapkan Peraturan Daerah yang kondusif dan menyebarluaskan program SDA bagi dunia usaha untuk berperan serta dalam pengelolaan Sumber Daya Air.
  6. Menyesuaikan dan menyempurnakan kelembagaan pemerintah di kabupaten/kota dan Wilayah Sungai dalam pengelolaan Sumber Daya Air sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  7. Menyusun dan menerapkan standar kompetensi Sumber Daya Manusia yang sesuai dengan tugas pokoknya dalam pengelolaan Sumber Daya Air.
  8. Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Sumber Daya Manusia dalam rangka memenuhi standard kompetensi.
  9. Meningkatkan kemampuan komunikasi, kerjasama dan koordinasi antar lembaga pemerintah yang terkait dalam pengelolaan Sumber Daya Air.
  10. Melibatkan semua pemilik kepentingan melalui prinsip keterwakilan dalam pengelolaan Sumber Daya Air dan melaksanakan penyuluhan keberadaan wadah koordinasi SDA.
  11. Menyusun tata tertib koordinasi dan pengambilan keputusan wadah koordinasi Sumber Daya Air dan meningkatkan konsultasi serta koordinasi

 

Alasan kenapa saya lebih banyak memilih melakukan penyuluhan kepada masyarakat karena menurut saya dengan melakukan upaya  pendekatan dengan masyarakat pelaku penambang emas terutama para penamba liar lambat laun akan membuka pikiran masyarakat tersebut untuk mengurangi  tindak pengerusakan alam, karena selain merugikan alam  dan

mereka sendiri kelak mereka juga akan merugikan anak cucu mereka dimasa depan.

 

 

 

~ oleh Hae_RyN's pada Mei 13, 2012.

2 Tanggapan to “Tambang Emas Di Sungai Takaras Dipalangkaraya Kalteng”

  1. Tambang Emas Di Sungai Takaras Dipalangkaraya Kalteng Hae_RyN's Blog I was recommended this website by my cousin. I’m not sure whether this post is written by him as no one else know such detailed about my problem. You’re amazing! Thanks! your article about Tambang Emas Di Sungai Takaras Dipalangkaraya Kalteng Hae_RyN's BlogBest Regards Craig

  2. This is the straight Tambang Emas Di Sungai Takaras Dipalangkaraya Kalteng Hae_RyN's Blog journal for anyone who wants to seek out out some this topic. You notice so such its nigh wearying to contend with you (not that I real would want…HaHa). You definitely put a new prolong on a matter thats been holographic virtually for geezerhood. Pleasant squeeze, only majuscule!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: