makalah botani tingkat tinggi (dikotil)

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.  Latar Belakang

Tumbuhan biji merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan filogenetok tertinggi. Sebagai ciri khasnya adalah adanya suatu organ yang berupa biji (dalam bahasa yunani sperma).

Biji berasal dari bakal biji, yang dapat di samakan dengan makro spongarium. Di dalamnya dihasilkan makro spora yang tidak pernah meninggalkan tempatnya, dan di tempat itu selanjudnya berkembang menjadi makroportalium dengan arkegonium serta sel telurnya. Setelah terjadi pembuhan, zigot yang berbentuk berkembang menjadi embrio yang sementara tetap di tempat itu pula.sementara itu akal biji yang kemudian mengandung embrio itu berkembang menjadi alat reproduksi yang di sebut biji. Jadi dari segi ontogeninya, biji adalah suatu alat reproduksi generatif atau seksual, karena terjadinya di dahului oleh suatuperistiwa seksual yaitupeleburan sel telur dengan sel kelamin jantan. Namun demikian, dalam lingkungan tumbuhan biji dapat kita jumpai perkecualian-perkecualian dalam hubungan dengan pembentukan embrio dalam biji, dalam arti, bahwa embrio tidak selalu merupakan hasil peristiwa seksual. Pembentukan embrio melalui peleburan sel=sel kelamin kita kenal di bawah istilah amfimiksis, sedang terjadinya embrio tanpa melalui peristiwa perkawinan di sebut Apomiksis.

Bersama-sama dengan tumbuhan paku tumbuhan biji telak merupakan tumbuhan kormus sejati. Tubuh jelas dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya yaitu akar, batang, dan daun. Selain itu tubuh tumbuhan biji mempunyai pula bagian-bagian lain yang merupakan metamorfosis bagian-bagian pokok tadi di tambah lahi dengan berbagai macam organ-organ tambahan. Dari bagian-bagian tubuh tumbuhan biji sporofilla yang telah mengalami perkembangan sedemikian rupa, lagi pula sporofi-sporofil itu telah terangkai dalam berbagai bentuk kumpulan sporofil, yang mencapai puncaknya dalam bentuk organ yang kita sebut bunga. Itulah sebabnya golongan tumbuhan biji tumbuhan biji ini disebut pula Antofita atau tumbuhan bunga. Pada organ inilah pertama orang mengenal adanya seksualitas pada tumbuhan. Juga peristiwa seksual pada tumbuhan, pertama-tama di kenal pada golongan tumbuhan ini, sehingga melahirkan anggapan bahwa pada golongan ini, peristiwa perkawinan tampak jelas walaupun sesungguhnya yang tampak dari luar pada tumbuhan ini bukan perkawinan dalam arti peleburan sel-sel kelaminnya(yang kita sebut pembuahan atau vertilisasi), melainkan jatuhnya mikroskopa(serbuk sari) pada bakal biji atau nkepala putik yang kita kenal dengan istilah penyerbukan,persarian atau polinasi. Atas dasar peristiwa Eichler memberikan nama Phanergamae. Pada golongan tumbuhan biji pada peristiwa seksual, mikroskopa (serbuk sari) selalu tumbuh menjadi badan yang berbentuk buluh untuk dapat mengantar gamet-gamet ketempattujuannya, yaitu untuk menemukan sel telur. Peristiwa inilah  yang menyebabkan golongan tumbuhan biji juga di sebut embriopita siphonogama, yang berarti tumbuhan yang mempunyai embrio dan perkawinan terjadi melalui pembentukan suatu buluh. Dalam hal ini ialah buluh serbuk sari (mikroprolium)(dari bahasa yunani embryon= embio, lembaga: phyton= tumbuhan ; siphon = pipa, buluh; gamein = kawin).

Selain dari hal-hal yang telah disebutkan terdahulu, ciri lain yang bersifat khas pula untuk golongan tumbuhan biji ialah bahwa embrionya bersifat bipolar atau dwipolar. Tidak hanya kutup batang yang tumbuh dan berkembang membentuk batang, cabang-cabang dan daun tetapi kutub akarnya pun tumbuh dan berkembang membentuk sistem perakarannya. Disini lah letak salah satu beda utama antara tumbuhan paku dengan tumbuhan biji yang seperti telah kita ketahui tumbuhan paku itu embrionya bersifat unifolar atau ekapolar, sedang tumbuhan biji mempunyai embrio yang dwipolar.

  1. B.  Rumusan Masalah

1. Apa ciri-ciri dari bangsa :

  • Parietales ( Cistales)
  • Guttiferales (Clusiales)
  • Malvales atau Columniferae
  • Geraniales atau Gruinales
  1. Bagaimana Klasifikasi dari bangsa :
  • Parietales ( Cistales)
  • Guttiferales (Clusiales)
  • Malvales atau Columniferae
  • Geraniales atau Gruinales
  1. Apa peranan dari bangsa :
    • arietales ( Cistales)
    • Guttiferales (Clusiales)
    • Malvales atau Columniferae
    • Geraniales atau Gruinales

Geraniales atau Gruinales

 

C.  Tujuan Penulisan

1. Ciri-ciri dari bangsa :

  • Parietales ( Cistales)
  • Guttiferales (Clusiales)
  • Malvales atau Columniferae
  • Geraniales atau Gruinales
  1. Klasifikasi dari bangsa :
    • Parietales ( Cistales)
    • f.Guttiferales (Clusiales)
    • Malvales atau Columniferae
    • Geraniales atau Gruinales
    1. peranan dari bangsa :
      • Arietales ( Cistales)
      • Guttiferales (Clusiales)
      • Malvales atau Columniferae
      • Geraniales atau Gruinales

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

 

A.  Ciri-Ciri
1.      Bangsa Parietales (Cistales)

Terna atau tumbuhan berkayu dengan daun – daun yang berhadapan atau tersebar, kebanyakan mempunyai daun penumpu. Bunga sebagian besar banci, mempunyai kelopak dan mahkota. Benang sari sama banyaknya dengan daun mahkota atau lebih banyak. Bakal buah kebanyakan menumpang kadang – kadang tenggelam, biasanya beruang satu dengan tiga papan biji pada dindingnya, kadang – kadang beruang dari pada satu.

2.      Bangsa Guttiferales Atau Clusiales.

Sebagian besar berupa semak, perdu, atau pohon dengan batang kayu. Bunga hamper selalu banci. Putik dengan batang buah menumpang.

3.      Bangsa: Malvales Atau Columniferae.

Warga bangsa Malvales disebut juga Columniferae, mempunyai sebagai ciri khasnya terdapatnya ‘’colimna’’, yaitu bagian bunganya yang terdiri atas perlekatan bagian bawah tangkai sarinya membentuk badan yang menyelubungi putik dan bagian pangkalnya berlekatan dengan pangkal daun – daun mahkota. Tumbuhan yang tergolong dalam bangsa ini kebanyakan berupa semak atau pohon, ada pula yang merupakan terna yang annual. Daun tunggal , tersebar, mempunyai daun penumpu. Bunga umunya banci.Bakal buah menumpang, beruang 2 sampai banyak.

4.      Bangsa Geraniales

Warga bangsa ini kebanyakan berupa terna atau semak- semak kecil. Jarang berupa perdu atau pohon. Dengan dau tunggal atau majemuk tanpa kelenjar-kelenjar minyak, balsam atau resim, tetapi sering terdapat sel-sel lendir  terutama pada epidermis daun. Kadang memiliki daun penumpu, kadang tidak. Bunga kelipatan 5, kelopak dan mahkota bebas, benang sari tersusun dalam satu lingkaran atau dalam dua lingkaran dengan benag sari dalam lingkaran yang luar berhadapan dengan daun-daun mahkota,ada pula yang benag sarinya banyak.bakal buah beruang 3-5  dengan bakal biji disudut-sudut ruang. Biji kebanyakan tanpa endosperm  dan lembaga lurus.

 

B.       Klasifikasi
1.    Bangsa Parietales (Cistales)

Terna atau tumbuhan berkayu dengan daun – daun yang berhadapan atau tersebar, kebanyakan mempunyai daun penumpu. Bunga sebagian besar banci, mempunyai kelopak dan mahkota. Benang sari sama banyaknya dengan daun mahkota atau lebih banyak. Bakal buah kebanyakan menumpang kadang – kadang tenggelam, biasanya beruang satu dengan tiga papan biji pada dindingnya, kadang – kadang beruang dari pada satu.

a.    Suku Cistaceae

Terna atau semak – semak dengan daun tunggal yang duduknya berhadapan, sering berbentung bintang. Bunga banci, terpisah atau tersusun dalam rangkaian yang bersifat simos. Buahnya buah kendaga. Biji dengan endosperma, lembaga bengkok dan berlipat. Tersebar didaerah – daerah iklim sedang, banyak pula didaerah Laut Tengah.

Contoh : Cistus loretii

b.   Suku Bixaceae

Pohon atau perdu, daunnya tunggal, menjari, yang duduk daunnya menyebar serta mempunyai daun penumpu. Bunga besar. Buahnya kendaga dengan rambut atau gundul disebelah luarnya. Sering dipelihara sebagai tanaman hias.Contoh : Bixa orellana

c.  Suku Tamaricaceae

Merupakan terna, semak, atau pohon dengan cabang yang langsing dengan daun – daun tunggal kecil seperti sisik, duduknya tersebar, tanpa daun penumpu. Bunga kecil. Buahnya buah kendaga, biji berambut tanpa atau dengan endosperm. Hidup didaerah beriklim sedang dan subtropics, banyak yang bersifat haloifit.

Contoh : Tamarix tetandra

d.   Suku Frankeniaceae

Terna atau semak – semak kecil dengan daun kecil, berhadapan, dan tanpa daun penumpu. Bunga banci. Buahnya buah kendaga. Biji dengan endosperm, dan lembaganya lurus.

Contoh : Frankenia grandiflora

e.    Suku Elatinaceae

Terna atau semak – semak kecil, daunnya tunggal,berhadapan atau berkarang masing – masing memiliki daun penumpu. Bunganya kecil dan banci. Anggotanya merupaka penghuni daerah – daerah beriklim sedang, subtropics, sampai dengan tropika. Jadi kebanyakn bersifat kosmopolit.

Contoh : Elatine hexandra

f.     Suku Violaceae

Terna atau tumbuhan berkayu, kadang – kadang berupa liana, umumnya menahun. Daunnya tunggal, duduk daun tersebar, kebanyakan mempunyai daun penumpu. Bunga banci atau berkelamin tunggal. Bijinya dengan endosperm. Merupakan penghuni daerah – daerah beriklim sedang sampai dengan tropis.

Contoh : Viola tricolor

g.    Suku Canellaceae

Pohon dengan daun tunggal yang duduknya tersebar, tanpa daun penumpu, berdau sedap. Bunganya banci. Tipe buahnya adalah buni berisi 2 – banyak biji. Bijinya memiliki endosperm.

Contoh : Canella winterana

h.   Suku Flacourtiaceae

semak atau pohon berbatang kayu, daun tunggal, sering kari berlepuk, duduk tersebar atau berhadapan, kadang-kadang mempunyai daun penumpu kecil yang lekas gugur, bunga umumnya banci jarang berkelamin tunngal, aktinomorf, mempunyai dasar bunga yang membesar dengan suatu cakram, kebanyakan tersusun dalam rangkaian yang bersifat simos, dalam ketiak-ketiak daun atau pada ujung batang dan cabang. Daun kelopak dua sampai lima belas, kadang-kadang sukar dibedakan dari daun mahkotanya. Benang sari banyak. Batang buah menumpang, beruang satu dengan dua sampai sepuluh tembuni pada dindingnya. Bakal biji banyak, masing-masing dengan dua integument. Buahnya kendaga kadang-kadang amat besar.

Suku ini meliputi delapan ratus jenis yang terbagi dalam delapan puluh marga yang menghuni daerah-daerah tropika.

Contoh.  Flacourtia: F. rukam (rukam), F. indica (saradan), F. inermis (lobii-lobi) dari buah lobi-lobi sering dibuat sirup dan buahnya dapat dimakan.

i.      Suku  Turneaceae,

Terna annual atau perennial dapat juga berupa semak, daun tunggal, tersebar, dengan atau tanpa daun penumpu. Bunga banci, aktinomorf, sering mempunyai dua lingkaran daun pelindung, terpisah-pisah dalam berkas-berkas, ketiak daun sering tanpak muncul dari tangkai daun . kelopak, mahkota, dan benang sari masing-masing lima. Benang sari berseling dengan daun mahkota. Putik dengan tiga tangkai putik, bakal buah menumpang, beruang satu, dengan tiga tembuni pada dindingnya, masing-masing tiga sampai banyak bakal biji. Buahnya mempunyai tiga katuk, biji bersalut dengan endosperm berdaging dan lembaga yang lurus. Contoh : turnera

 

 

 

j.     Suku : fassifloraceae.

Pohon atau semak-semak berkayu, daun tunggal, berlekuk menjari, jarang menyirip, seringkali mempunyai kelenjar pada tangkai daunnya, duduknya tersebar, mempunyai daun penumpu yang kecil dan lekas gugur. Bunga banci, aktinomorf, kadang-kadang berkelamin tunggal. Daun kelopak lima tidak gugur dan bebas.  Daun mahkota lima sedikit berlekatan. Benang sari lima sampai banyak. Putik dengan bakal buah yang sering kali muncul dari ginofor, bakal biji banyak masing-masing dengan dua integument. Contoh P. quadrangularis (markisa) P. edulis (buah negeri,markisa) untuk pembuatan sirup. P. lunata (daun gopes) bunganya sebagai sayuran.

k.   Suku Caricaceae,

semak atau pohon kecil yang batangnya tidak berkayu, daun tunggal berbagi atau majemuk menjari, duduknya tersebar menurut rumus tiga per lapan terkumpul pada ujung batang. Bunga bancci atau berkelamin tuniggal, aktinomorf, poligan, mempunyai dasar bunga berbentuk seprti lonceng. Kelopak berlekuk lima. Daun mahkota lima pada bunga jantan berlekatan. Benang sari sepuluh.tertanam pada mahkotanya , tangkai sari bebasatau berlekatan pada pangkalnya, pada bunga betina dengan rudiment putik atau tidak ada. Pada bunga jantan tidak terdapat rudiment sari atau staminodium, putik dengan tangkai putik banyak bebas atau tanpa tangkai putik, bakal buah menumpang, beruang 1 atau beruang terbagi atas 5 ruang oleh sekat-sekat semu. Buangnya buah buni dengan daging buah yang tebal dan lunak. Biji dengan indosprem dan lembaga yang lurus. Contoh:

Carica: C. papaya

l.      Suku Loasaceae.

Terna atau semak, kadang-kadang berupa liana atau tumbuhan membelit daun tunggal, bertepi rata duduknya berhadapan, dan tanpa daun penumpu. Bunga terpisah-pisah atau tersusun dalam rangkaian yang simos atau seperti bongkol, banci, atinomorf, dasar bunga berbentuk buluh. Daun kelopak 4-7, bagian bawah melekat pada dasar bunga, bagian luarnya berigi yang kadang-kadang terputar seperti sepiral, tidak gugur. Daun mahkota sama banyaknya dengan daun kelopak, benang sari banyak jarang sedikit, disamping itu terdapat sejumlah staminodium yang berseling dengan daun-daun mahkotanya, putik dengan 1 tangkai putik, bakal buah tenggelam, beruang 1, dengan banyak atau sedikit bakal biji, pada 3=7 tumbun I pada dindingnya, buah kendaga dengan dinding luar yang berigi, sering kali terpilin seperti spiral. Biji sering kali kecil dengan atau tanpa endosperm, lembaga lurus bangun garis. Hampir semuanya penghuni benua amerika yang beriklim tropika dan subtripika.

Contoh: Cajophora: C. latelitia

m. Suku Droseraceae.

Ternal atau semak-semak kkecil, seringkali tanpa lekukan yang nyata, daun tungal, tersebar atau tersusun sebagai roset akar, dalam kuncup tergulung kedalam, bunga banci, aktinomorrf. Buahnya buah kendaga yang membuka dengan membelah ruang. Biji dengan endosperm berdaging lembaga lurus, kecil. Warga suku ini bersifat kosmopolit. Contoh D. rotundifolia.

n.   Suku Begoniaceae.

Terna semak kecil, sering kali berbatang basah, kadang-kadang menghasilkan umbi , dengan daun tunggal asimetrik, sering berlekuk atau majemuk menjari. Duduknya tersebar, mempunyai daun penumpu. Bunga berkelamin tunggal. Buahnya buah kendaga atau buah buni . biji kecil tanpa endosperm atau dengan sedikit endosperm, lembaga lurus. Kebanyakan di daerah tropika. Banyak di antaranya di gemari sebagai tanaman hias, mudah di kembangbiakkan dengan stek daun. Biji dengan endosfrem dengan tidak mengadung zat tepung.

Dari segi anatomi terdapat sifat-sifat yang khas yaitu adanya sel-sel spikula(sel-sel yang mengandung badan-badan seperti paku atau jarum-jarum kecil) dalam daging daunya dan terdapatnya saluran-saluran atau rongga-rongga yang berisi reisin terutama dalam kulit batang.

Contoh: Begania: B. semperflorens.

2.    Bangsa Guttiferales Atau Clusiales.

Sebagian besar berupa semak, perdu, atau pohon dengan batang kayu. Bunga hamper selalu banci. Putik dengan batang buah menumpang.

a.    Suku  Dilleniaceae

Semak atau pohon, sering kali berupa liana dengan daun tunggal bertepi rata atau bergigi yang duduknya tersebar atau berhadapan, ada kalanya berupa terna dengan daun-daun pada pangkal batangnya, bunga kecil sampai sedang, banci, aktinomorf, kadang-kadang berkelamin tunggal. Buah bila masak membuka menurut sisi punggung, ada yang berupa buah buni. Biji mempunyai salut, endosperm seperti daging, lembaga kecil.

Contoh :

Dillenia: D. indica

Hibbertia : H. volubilis

b.   Suku Camelliaceae.

Semak, perdu atau pohon dengan daun tunngal yang tersebar tanpa daun penumpu. Bunga biasanya terpisah-pisah, jarang tersusun sebagai rangkaian yang bersifat rasemos,aktinimorf, banci, jarang berkelamin tunngal. Buahnya buah buni atau buah kendaga yang pecah dengan membelah ruang. Biji atau tanpa endosperm, lembaga lurus atau dapat bengkok. Kebanyakan di daerah tropika dan subtropika. Contoh : Schima wallichii (puspa).

c.    Suku Clusiaceae.

Berupa pohon, jarang berupa terna, mempunyai saluran resin atau kelenjar-kelenjar minyak, yang duduknya umumnya berhadapan dengan atau tanpa daun penumpu. Bunga banci atau berkelamin tunggal. Buah dengan bentuk dan struktur yang bermacam-macam, biji tanpa endosperm, sering kali bersalut, lembaga besar.

Buahnya buah kendaga yang membuka dengan membelah ruang. Biji dengan endosperm berdaging lembaga lurus, kecil. Warga suku ini bersifatkosmopolit, terutama tumbuh di tempat-tempat berpasir atau berawa-rawa. Contoh: Hypericum: H. perforatum.

d.        Suku Dipterocarpaceae

Kebanyakan berupa pohon-pohon yang merupakan penyusun utama hutan-hutan tropika basah, terutama di daratan – daratan rendah di kawasan asia tenggara,daun tunggal, tersebar, mempunyai daun penumpu. Bunga banci, aktinomorf, daun kelopak 5, di antaranya sejumlah 2,3 atau semuanya kemudian berubah menjadi alat seperti sayap yang membantu pemencaran buahnya. Daun mahkota 5, bebas atau sedikit berlekatan, dalam kuncup seperti terpilin. Benang sari 5 banyak, hamper selalu bebas semuanya.Bakal buah menumpang atau hamper menumpang. Tersusun dari 3 daun buah. Beruang 3 atau 2, dengan 2 bakal biji dalam tiap ruang, masing – masing dengan 2 integumen. Buah hanya berisi 1 biji. Biasanya tidak pecah bila masak. Biji tanpa endosperm. Lembaga dengan daun lembaga terpilin yang menyelubungi akar lembaga.

Suku ini meliputi lebih dari 300 jenis yang terbagi dalam sekitar 20 marga, merupakan penghasil utama komoditi kayu.

Contoh:

Dryobalanops camphora (kamfer borneo

3.    Bangsa: MALVALES atau COLUMNIFERAE.

Warga bangsa Malvales disebut juga Columniferae, mempunyai sebagai ciri khasnya terdapatnya ‘’colimna’’, yaitu bagian bunganya yang terdiri atas perlekatan bagian bawah tangkai sarinya membentuk badan yang menyelubungi putik dan bagian pangkalnya berlekatan dengan pangkal daun – daun mahkota. Tumbuhan yang tergolong dalam bangsa ini kebanyakan berupa semak atau pohon, ada pula yang merupakan terna yang annual. Daun tunggal , tersebar, mempunyai daun penumpu. Bunga umunya banci.Bakal buah menumpang, beruang 2 sampai banyak.

a.    Suku :Tiliaceae

Kebanyakan berupa tumbuhan berkayu, jarang berupa terna. Daun tunggal kadang – kadang belekuk, mempunyai daun penumpu, duduknya tersebar. Bunga banci, jarang berkelamin tunggal, aktinomorf. Bakal buah menumpang.

Buah mempunyai beberapa ruang menyerupai buah kendaga, kadang –kadang terbagi dalam beberapa bagian yang kemudian terpisah – pisah, kadang – kadang berupa buah keras dengan 1 biji. Biji mempunyai endosperm, lembaga biasanya lurus. Kebanyakan tumbuh di daerah tropika.

Contoh : Cochorus capsularis

b.   Suku: Elaeocarpaceae

Tumbuhan yang di masukkan dalam suku ini mempunyai ciri – ciri yang serupa dengan ciri – ciri  warga suku Tiliaceae. Perbedaan hanya terletak pada tidak terdapatnya saluran – saluran lendir dalam jaringan tubuhnya. Berhubungan dengan itu sementara ahli taksonomi tidak memisahkanya sebagai suku yang terdiri sendiri, tetapi disatukan dengan suku Tiliaceae. Sering digunakan sebagai tanaman hias.

Contoh : Elaeocarpus ganitrus

c.    Suku: Sterculiaceae

Pohon semak (kadang – kadang berupa liana) atau terna dengan rambut- rambut bintang atau sisik – sisik, Daun tunggal bertepi rata, kadang – kadang  berlekuk menjari atau majemuk, yang duduknya tersebar, mempunyai daun penumpu yang lekas runtuh. Bunga biasanya banci atau berkelamin tunggal. Buahnya buah kering atau buah huni,  biji dengan endosperm kadang – kadang bersalut, yang tersebar di daerah tropika dan subtropika.

Contoh : Sterculia foetida

d.   Suku Bombacaceae

Warga suku ini hamper selalu berupa pohon – pohon yang dapat menjadi tinggi besar , mempunyai sisik – sisik atau rambut – rambut bintang, daun tunggal atau majemuk menjari, duduknya tersebar dengandaun penumpu. Bunga kadang – kadang besar dengan warna yang menari, banci, aktinomorf. Buahnya buah kendaga, sering kali pecahdengan membelah ruang, sisi dalam kulitnya sering berambut. Biji dengan atau tanpa endosperm, sering bersalut. Terutama terdapat di daerah tropika.

Contoh : Bombax malabaricum

e.    Suku malvaceae.

Terna atau semak-semak. Jarang berupa pohon, kulit, serta penutup permukaan organ-organ tertentu berupa rambut-rambut bintang  atau sisik-sisik. Daun tunggal, bertepi rata atau berleluk beraneka ragam. Kebanyakan bertulang menjari , duduknya tersebar, mempunyai daun penumpu . bunga besar, banci, daun kelopak 4-5, sedikit banyak berlekatan  dengan susunan seperti katup., disamping itu sering sekali terdapat kelopak tambahan;daun mahkota 5, bebas satu sama lain tetapi pada pangkal sering berlekatan pada buluh (columna) yang merupakan perlekatan tangkai-tangkai benang sarinya, letaknya seperti genting. Benang sari banyak dengan tangkai yang berlekatan yang membentuk suatu kolom yang berongga menyelubungi putik pada bagian atas terbagi-bagi dalam cabang-cabang yang masing-masing mendukung kepala sari yang hanya beruang 1 dan membuka dengan celah yang membujur, serubuk sari dengan permukaan berbenjol-benjol. Bakal buah menumpang, beruang 2 atau beruang banyak. Buahnya buah kendaga atau buah berbelah. Biji kebanyakan memiliki endospermdan lembaga yang lurus atau bengkok.

Contohnya : Gossypium herbaceum

4.    Bangsa Geraniales

Warga bangsa ini kebanyakan berupa terna atau semak- semak kecil. Jarang berupa perdu atau pohon. Dengan dau tunggal atau majemuk tanpa kelenjar-kelenjar minyak, balsam atau resim, tetapi sering terdapat sel-sel lendir  terutama pada epidermis daun. Kadang memiliki daun penumpu, kadang tidak. Bunga kelipatan 5, kelopak dan mahkota bebas, benang sari tersusun dalam satu lingkaran atau dalam dua lingkaran dengan benag sari dalam lingkaran yang luar berhadapan dengan daun-daun mahkota,ada pula yang benag sarinya banyak.bakal buah beruang 3-5  dengan bakal biji disudut-sudut ruang. Biji kebanyakan tanpa endosperm  dan lembaga lurus.

Bangsa ini mencakup beberapa suku, antara lain :

a.    Suku  erythroxylaceae.

Semak, perdu, atau pohon dengan daun tunggal yang duduknya tersebar,dengan satu daun penumpu  dalam ketiak yang tetap atau dua daun penumpu diluar ketiak yang cepat gugur. Bunga banci, aktinomorf. Kelopak bangun lonceng, berlekuk lima,tidak gugur. Mahkota terdiri atas mahkota yang bebas. Tersusun seperti genting, sisi dalam mempunyai lidah-

lidah.

Benang sari 10, tersusun dalam dua lingkaran pada pangkal sedikt banyak berlekatan mementuk buluh., kepala sari bangun jorong, beruang 2, membuka dengan celah membujur , bakal buah tersusun atas 3 daun buah , beruang 3, tiap ruang terdiri 1-2 bakal biji , buahnya batu,  biji dengan endosperm, lembaga lurus.

Contoh: erythroxylon coca

b.   Suku linaceae.

 Terna atau tumbuhanberbatang kayu dengandaun tunggal yang duduk tersebar atu berhadapan. Bunga benci, antinomorf, kelipan 4-5. Bakal buah menumpang eruang 2-10. Buahnya buah kendaga atau buah batu. Biji pipih, dengan endosperm sedikit atau banyak atau tidak ada. Hidup didaerah iklim sedang sampai daerah panas.

contoh : linum grandiflorum

c.     Suku oxalidaceae.

Kebanyaka berupa terna, ada pula yang berupa semak, perdu atau bahkan berupa pohon. Daunnya mejemuk menjari atau menyirip, jarang mempunyai daun penumpu. Bunga banci sering kali ada yang tidak sempurna. Bakal buah menumpang beruang 5 tiap ruang dengan satu bakal biji, buahnya buah kendaga dan kadang-kadang berupa buah buni. Buji sering kali mempunyai kulit biji yang elastis.

Contoh : averrhoa bilimbi (belimbing wuluh)

d.        Suku  geraniaceae. 

Merupakan terna annual, atau semak-semak kecil jarang yang berupa perdu atau pohon. Daun berlekuk, duduknya tersebar atau berhadapan dengan daun penumpu. Bunga banci kebanyakan berbantuk dan berwarna menarik. Bakal buah berlekuk 3-5 dan menumpang, tiap lekukan berisi 1 bii. Biji bergantung pada tangkai biji. Habitatnya terdapat didaerah-daerah beriklim panas. Contohnya : geranium

e.    Suku tropaeolaceae. 

Merupakan tumbuhan terna, daun sering berbentuk bangun perisai tunggal atau bertoreh, duduknya tersebar. Bunga banci. Buah terbagi dalam 3 bagian masing-masing dengan satu biji tanpa endosperm. Habitat utamanya di Amerika Selatan daerah pegunungan Andes

Contohnya : Tropaeolum majus

f.     Suku zygophyllaceae.

Merupakan terna annual atau tumbuhan berkayu berupa semak, jarang berupa pohon, cabang-cabang sering jelas berbuku-buku. Daun majemuk beranak daun dua duduknya tersebar atau berhadapan. Bunga banci. Buah bermecam-macam, tidak pernah berupa buah buni, kebanyak berupa buah kendaga. Biji dengan atau tanpa endosperm. Tersebar didaerah beriklim panas banyak yang merupakan halofit atau xerofit.

Contoh :Tribulus terrestris.

 

C.    Peranan

 1.      Bangsa Parietales (Cistales)

Beberapa  jenis dari bangsa ini misalnya:

  • P. quadrangularis (markisa) untuk pembuatan sirup.
  • P. lunata (daun gopes) bunganya sebagai sayuran
  1. 2.      Bangsa Guttiferales Atau Clusiales.

Beberapa  jenis dari bangsa ini misalnya Hyperium perforatum dan Garnicia dulcis  yang berguna untuk obat-obatan.

3.      Bangsa: Malvales Atau Columniferae.

Beberapa  jenis dari bangsa ini misalnya Dipterocarpus marganata yang digunakan seagai bahan pembuatan balsam dan D.camphora sebagai kayu bangunan dan penghasil kamfer

4.      Bangsa Geraniales

Banyak dari jenis bangsa ini yang digunakan sebagai tanaman hias seperti Althaea rosea dan Abutilon erboreus.

 

BAB III

KESIMPULAN

1.      Kesimpulan

a. Ciri-ciri dari bangsa

  • Bangsa Parietales (Cistales)

Marupakan tumbuhan Terna. Daun berhadapan atau tersebar. Bunga sebagian besar banci,. Benang sari sama banyaknya dengan daun mahkota atau lebih banyak.

  • Bangsa Guttiferales Atau Clusiales.

Sebagian besar berupa semak, perdu, atau pohon dengan batang kayu. Bunga hamper selalu banci. Putik dengan batang buah menumpang.

  • Bangsa Malvales Atau Columniferae.

kebanyakan berupa semak atau pohon, ada pula yang merupakan terna yang annual. Daun tunggal. Bunga umunya banci. Bakal buah menumpang,

  • Bangsa Geraniales

kebanyakan berupa terna atau semak- semak kecil. daun tunggal. Kadang memiliki daun penumpu, kadang tidak. Bunga kelipatan 5.

b. peranan

  • Bangsa Parietales (Cistales)
  • Beberapa  jenis dari bangsa ini misalnya:

P. quadrangularis (markisa) untuk pembuatan sirup.

P. lunata (daun gopes) bunganya sebagai sayuran

  • Bangsa Guttiferales Atau Clusiales.
  • Beberapa  jenis dari bangsa ini misalnya Hyperium perforatum dan Garnicia dulcis  yang berguna untuk obat-obatan.
  • Bangsa: Malvales Atau Columniferae.
  • Beberapa  jenis dari bangsa ini misalnya Dipterocarpus marganata yang digunakan seagai bahan pembuatan balsam dan D.camphora sebagai kayu bangunan dan penghasil kamfer
  • Bangsa Geraniales
  • Banyak dari jenis bangsa ini yang digunakan sebagai tanaman hias seperti Althaea rosea dan Abutilon erboreus.

 

 2.      Saran

Makalah ini dapat digunakan oleh pembaca sebagai referensi untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Commelinidae. Sebaiknya gunakan juga reperansi lain dan mempelajari tentang Commelinidae ini.

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Tjitrosoepomo,Gembong.Taksonomi Tumbuhan.2004.Gadjah Mada University Press:Yogyakarta

http://www.heavenly-products.com/zenphoto/unusual-plants

http://www.bbc.co.uk/gardening/plants/plant_finder/plant_pages/3208.shtml

http://www.botanicalgarden.ubc.ca/potd/2011/01/averrhoa_bilimbi.php

http://www.erythroxylon.com/

http://gardenbreizh.org/photos/camelia35/photo-96111.html

~ oleh Hae_RyN's pada Mei 25, 2012.

7 Tanggapan to “makalah botani tingkat tinggi (dikotil)”

  1. I consider something truly interesting about your site so I saved to my bookmarks .

  2. Very interesting information!Perfect just what I was searching for!

  3. I admired your useful article. good information. I hope you produce others. I will carry on watching

  4. Hello, i think that i noticed you visited my web site thus i got here to “return the prefer”.I’m trying to find issues to improve my website!I suppose its good enough to make use of some of your ideas!!

  5. Real wonderful info can be found on this weblog.

  6. Cheers, I just stopped in to visit your website and thought I’d say I had a great visit.

  7. Hello, I just stopped by to visit your blog and thought I’d say thank you.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: