MAKALAH BOTANI TINGKAT TINGGI (monokotil)

MAKALAH BOTANI TINGKAT TINGGI

 

 

DISUSUN OLEH :

  1. DWI AJENG LESTARI (0905015167 )
  2. JAUHARIN KURNIATI (0905015173)
  3. DWI ISTIQOMMAH Y. (0905015136 )
  4. ANIS MARYANTI    (0905015134 )
  5. ANDI NUR AMALIA (0905015139)
  6. DANIEL PASARIBU (0905015144 )

 

 

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MULAWARMAN

SAMARINDA

2012

 

KATA PENGANTAR

 

Dengan memanjatkan puji dan Syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan hidayahnya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Commelinidae” yang merupakan salah satu tugas mata kuliah Botani Tingkat Tinggi dengan tepat waktu.

Tak lupa kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang turut serta memberikan ide, gagasan dan dukungan yang keras dalam upaya penyelesaian makalah  ini.

Kami sangat mengharapkan kritik dan saran untuk kesempurnaan makalah ini dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang menggunakannya

 

 

 

 

 

Samarinda, 22 Mei 2012

 

                                                                                                                     Penyusun

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

 

A.  Latar Belakang

 

Anggota dari sub-kelas Commelinidae adalah kebanyakan berupa tumbuhan herba dengan daun berseling atau basal. Penampilan bagian-bagian vegetatifnya sebagian mirip dengan “rerumputan”. Umumnya, daun dengan bagian pangkal berupa pelepah yang menyelumuti batang dan ujungnya pipih berbentuk pedang. Pelepah ini ada yang terbuka, yaitu bila tepi-tepi pelepah bertemu pada sisi yang berlawanan dengan tulang daun, tertutup bila pelepah membentuk tabung yang menyelimuti batang. Pada pertemuan antara pelepah dan helai daun sering dijumpai bentuk khusus yang disebut “lidah daun” atau “ligula”

Bunga condong tereduksi kebentuk yang dapat memudahkan penyerbukan dengan angin, kecuali pada ordo Commelinales, bunganya mempunyai perhiasan bunga yang bentuknya tereduksi menjadi bentuk yang spesifik

Sebagian besar adalah herba. Habitatnya berkisar antara aquatik sampai terrestrial bahkan epifit. Bunga biasanya mempunyai sepal atau petal, perhiasan bunga berbentuk sekam atau bulu kasar, atau tanpa perhiasan bunga. Pada anggota Commelinidae yang dianggap primitif, penyerbukan dibantu oleh serangga, sedangkan pada yang lebih maju dengan bunga yang tereduksi, penyerbukan dibantu oleh angin. Pollen umumnya trinukleat, jarang yang binukleat.

Sekitar 50% dari species-speciesnya termasuk familia Graminae (Poaceae) dan 30% lagi termasuk familia Cyperaceae. Fosil yang paling tua umurnya adalah 85 juta tahun, sedangkan familia Graminae yang merupakan salah satu familia yang dianggap lebih maju muncul sekitar 60 juta tahun yang lalu. Sub classis Commelinidae terdiri dari 6 ordo, 16 familia, dan sekitra 16.200 species. Karena keanekaragaman dari anggota commelinidae ini yang membuat kelompok kami tertarik untuk membahas subclass commelinidae tersebut untuk dijadikan makalah.

 

B.     Rumusan Masalah

1.Apa pengertian dari commelinidae ?

2. Bagaimana  habitat commelinidae ?

3. Apa  peranan anggota dari subclass commelinidae ?

 C.     Tujuan

  1. Untuk mengetahui dan  memahami pengertian dari commelinidae ?
  2. Untuk mengetahui  habitat commelinidae ?
  3. Untuk mengetahui peranan anggota dari subclass commelinidae ?

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.  commelinidae

Anggota dari sub-kelas Commelinidae adalah kebanyakan berupa tumbuhan herba dengan daun berseling atau basal. Penampilan bagian-bagian vegetatifnya sebagian mirip dengan “rerumputan”. Umumnya, daun dengan bagian pangkal berupa pelepah yang menyelumuti batang dan ujungnya pipih berbentuk pedang. Pelepah ini ada yang terbuka, yaitu bila tepi-tepi pelepah bertemu pada sisi yang berlawanan dengan tulang daun, tertutup bila pelepah membentuk tabung yang menyelimuti batang. Pada pertemuan antara pelepah dan helai daun sering dijumpai bentuk khusus yang disebut “lidah daun” atau “ligula”

Bunga condong tereduksi kebentuk yang dapat memudahkan penyerbukan dengan angin, kecuali pada ordo Commelinales, bunganya mempunyai perhiasan bunga yang bentuknya tereduksi menjadi bentuk yang spesifik

Sebagian besar adalah herba. Habitatnya berkisar antara aquatik sampai terrestrial bahkan epifit. Bunga biasanya mempunyai sepal atau petal, perhiasan bunga berbentuk sekam atau bulu kasar, atau tanpa perhiasan bunga. Pada anggota Commelinidae yang dianggap primitif, penyerbukan dibantu oleh serangga, sedangkan pada yang lebih maju dengan bunga yang tereduksi, penyerbukan dibantu oleh angin. Pollen umumnya trinukleat, jarang yang binukleat.

Sekitar 50% dari species-speciesnya termasuk familia Graminae (Poaceae) dan 30% lagi termasuk familia Cyperaceae. Fosil yang paling tua umurnya adalah 85 juta tahun, sedangkan familia Graminae yang merupakan salah satu familia yang dianggap lebih maju muncul sekitar 60 juta tahun yang lalu. Sub classis Commelinidae terdiri dari 6 ordo, 16 familia, dan sekitra 16.200 species.

a. Morfologi umum

Commenilidae pada umumnya memiliki ciri-ciri berikut :

  1. Hampir semua anggotanya berupa tumbuhan herba, sangat jarang yang berkayu
  2.  Daun dengan pertulangan sejajar, duduk daun tersebar
  3.  bunga dengan bagian-bagian kelipatan tiga , pada beberapa familia perhiasan bunga dapat dibedakan antara kaliks dengan korolla akan tetapi pada beberapa familia perhiasan bunga sangat tereduksi dan tidak kelipan 3, stamen pada umumnya 3 atau 6 jarang 1, 2 atau banyak.
  4. Perakaran serabut

 

b. Klasifikasi Commelinidae

Subkelas Commelinidae terdiri atas 7 ordo , 16 familia dan kurang lebih 15.000 species Lebih setengah dari species-species tersebut merupakan anggota familia Poaceae. Ketujuh Ordo tersebut antara lain yaitu : Commelinidales, Eriocaulales , Restionales, Juncales, Cyperales, Hydatellales dan Typhales. Dari ketujuh Ordo ini akan di bahas dua ordo saja antara lain yaitu Ordo Commeliniales yang diwakili oleh familia Commelinaceae dan ordo Cyperales yang diwakili oleh familia Poaceae dan familia Cyperaceae.

a)   Ordo Commelinales

Ciri-ciri umum yang dimilikin oleh Ordo Commelinales

  • Tumbuhan herba merayap.
  • Daun biasanya tipis, bertangkai atau tidak, pada pangkal helai daun atau tangkai daun terdapat pelepah yang menyelimuti batangnya.
  • Bunga beraturan atau tidak beraturan, berwarna biru atau ungu, tersusun dalam malai, kadang-kadang didukung oleh daun penumpu (bract) yang mirip daun.
  • Perhiasan bunga tersusun dalam dua seri, yang luar seperti kelopak dan yang dalam seperti  mahkota . benang sari 6, kadang-kadang yang sempurna hanya 3 atau 4, sedangkan sisanya tereduksi menjadi staminodia yang steril. Bakal buah 2 atau 3 ruang dengan beberapa bakal biji pada setiap ruangnya.

Family ini mempunyai anggota lebih kurang 40 genera yang tersebar didaerah tropika dan sub tropika. Contohnya yang ada di Indonesia :

1. Aneilema spp.

Tumbuhan herba batang bertumpuk dalam bentuk lempengan atau menjalar dengan stolon yang berbuku-buku dengan akar disetiap bukunya. Bunga majemuk keluar dari ujung batang atau ketiak daun, bercabang, berwana putih, pink, atau biru. Contonya spesies dari genus ini yaitu ;

a . Aneilema malabaricum L Merr

Pada saat tumbuhan masih muda daunnya lebar dan tersusun dalam proset dan seluruh bagian tumbuhan ini kecuali akar, digunakan sebagai lalap yang dikukus. Pada saat pertumbuhan selanjutnya akar keluar bnayak stolon yan g berbuku-buku dengan akar disetiap bukunya. Daunnya menjadi lebih dibandingkan dengan daun pada saat mudanya. Tumbuhan ini cepat berkembang biak baik dengan biji maupun dengan stolonnya.

b. Aneilema spiratum (L ) R. Br.

Tumbuhan dengan daun membentuk oblok yang ujungnya runcing. Bungan berwarna ungu, jarang berwarna putih. Tumbuhn ditempat basah atau persawahan sebagai gulma yang sulit diberantas.

c. Anelinema Hamiltonianum Wal

Tumbuhan menjalar dengan cabang tegak. Bunga soliter yang keluar dari ketiak daun, berwarna ungu kemerahan. Tumbuahan ini merupakan gulma persawahan yang sulit diberantas.

d. Aneilema Nudiflorum R. Br.

Tumbuahan hidup dipersawahan sebagai gulma. Didaerah jawa barat, daun yang masih muda sangat disukai orang untuk lalapan.

e. Aneilema Spiratum R. Br.

Tumbuhan merayap, banyak cabang. Bunga diujung cabang bewarna ungu. Benang sari 3, daun mudanya sering dipergunakan sebagai lalap

2 . Commelina Spp

Tubuhan herba, merayap atau tegak. Daun kecil, bunga majemuk pendek, daun penumpu berbentuk seperti perahu, berwarna hijau, bunga bewarna biru atau putih, kelopak 3 yang satu berbeda dengan kelompok lainnya, mehkota tiga yang satu lebih kecil dari dua lainnya, benang sari 6 yang 3 sempurna dan sisinya tidak sempurna. Beberapa contoh spesies antara lain:

a. Commelina Benghlensis L

Batang merayap dengan banyak cabang. Daun berbentuk oval atau lonjong, daun penumpu berbentuk mangkuk, berwarna hijau. Bunga berwarna biru, pujuk daun yang masih muda, sering digunakan sebagai lalap.

b. Commelina Nudiplora L

Batang merayap bercabang banyak. Daun sempit, lebar hanya pada pangkalnya dan keujung bertambah sempit. Daun penumpu berbentuk seperti perahu. Bunga biasanya biru tetapi kadang-kadang berwarna putih. Tumbuhan ini merupakan gulma dilahan pertanian tetapi ujung yang masih muda sering dimakan sebagai lalap.

3. Cyanotis cristata L D.Don

Batang bergerombol sangat rapat, bagian pangkalnya kadang-kadang merambat, Pangkal daun melebar dan keujung bertambah sempit, tepi daunnya berambut, daun tidak bertangkai, pelepah daun berambut pada bagian mulut dan depannya. Bunga majemuk pada ujung cabang diselimuti pada daun penumpu yang mirip daun, tetapi berambut. Bunga berwarna biru. Seluruh tumbuhan yang masih muda, kecuali akarnya, dapat dimakan sebagai lalap.

4. Forestia Marginata BI Hassk

Tumbuhan herba , batang berdaging, batangnya dapat mencapai 5-8 M. Daun berseling berbentuk langset yang lebar, pangkal dan ujungnya menyempit, warna hijau gelap dan bagian atasnya agak mengkilat, hijau kekuningan atau dengan tepi bergalur kemerahan. Panjang daun 12-18 cm, lebar 3,5-12 cm. Pelepah daun bunga tersusun rapat ddalam bentuk bulatan, berwarna ungu kemerahan. Tumbuhan ini banyak dijumpai dijawa dan daun yang muda sering digunakan sebagai lalap.

5. Rhoeo discolor (Hent) Hance

Tumbuhan herba tegak, seperti pohon nanas. Daun berbentuk seprti pedang, pangkalnya lebar kearah ujung menyempit, berwarna hijau gelap dibagian atasnya dan ungu bawahnya. Bunga mejemuk pada ketiak daun yang didukung oleh satu atau dua daun penumpu berwarna ungu yang menyelimuti bunga.. Kelopak dan mahkota bunganya brwarna putih. Tumbuhan ini banyak digunakan sebagai tanaman hias. Daun dan bunganya dapat digunakan sebagai batuk rejan,tbc, brontitis, dan berak dah. Daun bila ditumbuk halus, dapat digunakan sebagai obat kaki atau tangan yang terkilir dengan menempelkan dan kemudian dibalut perban.

6. Zebrina pendula Schnzl

Batang merayap atau menggantung, bercabang, dan berbuku-buku. Daun bulat telur dengan ujung meruncing., bagian atas berwarna hijau dengan tepid an tulang daun berwarna ungu; bagian bawah berwarna merah ungu, bagian ujung dan pelepahnya ditumbuhi oleh rambut. Bunga diujung batang berwarna merah ungu. Seluruh bagian tumbuhan yang ditumbuk dan direbus dapat digunakan untuk obat batuk dan muntah darah, disentri,keputihan, dan kencing nanah (gonorrhea). Batang yang dilumatkandapat digunakan untu obat sakit bisul dengan menempelkannya.

 

b)   Ordo Cyperales

Ordo Cyperales diwakili oleh dua familia, yaitu :

  • Familia Cyperaceae

Ciri-ciri umum :

  1. merupakan familia yang secara umum berupa terna perenial yang menyukai habitat yang lembab , berpaya-paya atau berair, jarang berupa terna anual
  2. seringkali berumpun dalam tanah
  3. terdapat rimpang yang merayap atau bahan-bahan seperti umbi dengan geragi yang merupakan alat perkembangbiakan vegetatif
  4. batang segitiga, tidak berongga, dibawah rangkaian bunga biasanya tidak bercabang
  5. daun bangun pita , bertulang sejajar dengan upih yang tertutup , tanpa atau jarang mempunyai lidah-lidah , jarang tereduksi dan biasanya tersusun sebagai roset akar
  6.  bunga kecil tidak menarik, banci atau berkelamin tunggal dan berumah satu, jarang berumah dua, tersusun dalam bulir-bulir dengan bunga yang terdapat dalam ketiak suatu daun pelindung , daun pelindung biasanya teratur dalam dua deretan atau mengikuti suatu garis spiral , bulir-bulir kecil tersusun dalam rangkaian yang biasanya berbentuk payung atau payung berganda , ada pula yang berbentuk malai , jarang berupa bulir berganda , bunga majemuk biasanya mempunyai 1 atau beberapa daun pembalut yang mirip dengan daun-daun biasa pada pangkalnya, hiasan bunga tereduksi menjadi sisik-sisik, sekat atau rambut-rambut jarang mempunyai mahkota bahkan tidak ada, benang sari 3 atau kurang dari 3 dan jarang lebih atau banyak, tangkai sari bebas, kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur, bakal buah menumpang, beruang 1 dengan 1 bakal biji yang anatrop pada dasarnya , tangkai putik bercabang 2-3 atau bergerigi 2-3, buah keras berisi 1 biji, semula mempunyai tangkai putik berlekuk 2 mempunyai 2 sisi, yang semula mempunyai tangkai putik berlekuk 3 mempunayi 3 sisi, biji dengan lembaga yang kecil dan endosperm bertepung yang banyak. Anggota-anggota dari familia Cyperaceae adalah :

a.   scirpea

memiliki bunga biseksual, perhiasan bunga berbentuk seperti rambut, pipih atau seperti mahkota. Bulir terdiri dari beberapa bunga. Beberapa contoh dari scirpaea :

1). Eleocharis dulcis (Burm) Henschel.

Sinonim: Eleocharis equestina Presl.

Nama daerah : dekeng, teki (Jawa), teki (Sunda)

Tumbuhan tegak, tingginya dapat  mencapai , 1,5 m. Batang berpenampang bulat, keluar dari rimpang yang merayap, dan mempunyai stolon. Dari ujung stolon kadang-kadang tumbuh umbi yang keras, berwarna coklat tua atau hitam. Bulir di ujung batang dengan diameter sama dengan batang dengan ujung yang meruncing. Glumenya banyak dan rapat, tersusun seperti genting. Tumbuhan ini tumbuh di sekitar rawa seperti pantai, banyak di jumpai di ujung utara jawa. Umbinya enak di makan dan di indramayu sering di buat emping yang di sebut emping teki.

2). Fimbristylis littolaris Gaudich.

Tumbuhan berumput, tinggi 20-60 cm,batang tegak berpenampang segi empat. Daun keluar dari pangkal batang, berbentuk garis. Bunga majemuk, bercabang-cabang, bulir banyak, berbentuk bulat sampai lonjong.glume berbentuk bulat panjang. Tumbuhan di persawahan dan berperan sebagai gulma.

3). Scirpus mucronatus L.

Nama daerah: mendongan(Jawa), mangsiang agam, kumbueh, mansiro hitam ( minang).

Batang tegak dalam rumpun yang padat, berpenampang segi tiga, tingginya 1 m. daun tereduksi hanya tinggal pelepah yang menyelimuti pangkal batang. Bulir berbentuk lonjong berwarna hijau pucat atau coklat muda. Glume banyak  saling menutup seperti genting. Tumbuhan ini di Sumatra barat sering di tanam oaring karena batangnya dapat di pergunakan untuk bahan anyaman dan tali pengikat.

4). Cyperus spp

Batang tegak dalam rumpun, keluar dan rimpang yang merayap atau stolon. Daun keluar hanya dari pangkal batang dalam 3 baris.bunga majemuk terdapat di ujung batang, dalam bentuk bongkol atau bercabang-cabang dengan percabangan radial terputus dari satu titik,tetapi panjang cabangnya tidak sama. Daun penumpu yang mendukung bunga majemuk mirip dengan daun.Glume hanya beberapa sampai banyak dalam bulir kecil, tersusun dari dua baris yang berhadapan. Bunga biseksual tanpa perhiasan bunga, berbenang sari biasa 3, putik 2, dengan 2 atau 3 kepala putik. Contoh jenis dari genus ini yang ada di Indonesia yaitu:

a)    Cyperus rotundus L. (Gb. 123)

Nama daerah: teki (Ind.)

Tumbuhan tegak, batang keluar dari rimpang yang sangat rapat, pangkal batangnya menggembung seperti umbi. Daun yang batang yang berbunga jauh lebih pendek dari daun pada batang yang tidak bunga. Daun penumpu jauh lebih panjang dari bunga majemuknya. Bunga majemuk ramping dan bercabang-cabang. Jenis ini merupakan gulma yang sangat sulit di berantas. Rimpang apabila di  rebus dapat di gunakan sebagai obat dada(iga), sakit pada saat haid, haid tidak teratur , dan gangguan fungsi pencernaan.

  b) Cyperus malaccensis ink.

Nama daerah suket dem, kedot(Jawa), darendeng (Sunda), wlingi laut.

Tumbuhan tegak, tingginya 0,73-1,5 m, batangnya dalam rumpun yang padat . daun pendek sempit atau terodoksi menjadi pelepah yang menyelimuti pangkal batanganya. Bunga majemuk bercabang-cabang, bertangkai panjang, di dukung oleh daun penumpu yang menyerupai daun.tumbuh di rawa-rawa dekat pantai. Batangnya di gunakan sebagai anyaman tikar dan tali. Tikar yang di buat dari batang jenis ini disebut segagaitikar got.

c) Cyperus procerus Rottb

nama daerah: suket adem(Jawa)

tumbuhan tegak, tingginya 0,70-1,25 m. batang dalam rumpun yang padat, berpenampang segi tiga, pada pangkalnya di selimuti oleh pelepah daun yang tebal (berdaging), dan berwarna coklat sampai unggu. Daun berbentuk pita. Bunga majemuk relative kecil, di daun di dukung daun penumpu yang menyerupai daun. Glume bulat telur atau elips. Tumbuhan ini tumbuh di rawa dekat pantai atau sebagai gulma di sawah yang berair payau. Batangnya sering di gyunakan sebangai bahan pembuat tali.

d) Cyperus elatus L.

tumbuhan tegak, tingginya 1 m atau lebih.batang dalam rumpun yang padat dari rimpang yang pendek, berpenampang segi tiga . daun berbentuk garis yang sempit dan pendek. Bunga majemuk bercabang-cabang, di dukung oleh daun penumpu seperti daun yang panjangnya sampai 75 cm.Tumbuhan ini tumbuh di rawa, tepi sungai, atau di sawah sebagai gulma. Batangnya sering di gunakan sebagai bahan anyaman topi, tas, tikar.

e) Cyperus monocephalus Rottb.

Tumbuhan tegak, tingginya 6-45 cm, dalam rumpun yang padat dengan rimpang yang pendek dan merayap.Daun sempit dan pendek. Bunga majemuk berbentuk bonggol yang di dukung oleh daun penumpu yang  mirip daun. Bunga bewarna putih. Tumbuhan ini banyak di jumpai di lahan pertanian sebagai gulma. Air rebusan rimpang di gunakan untuk obat sakit campak.

f) Cyperus breruifolius Rottb.

Tumbuhan mirip C. monocephalus, tingginya sampai 35 cm. Bunganya bewarna hijau muda. Tumbuhan ini juga banyak di jumpai sebagai gulma.Seluruh bagian tubuh apabila di  rebus dapat gunakan  untuk menyembuhkan batuk selesma, bronchitis, batuk rejan, malaria, disentri, dan sakit kuning.

 

b. Scleriae

Bunga uniseksual, bunga jantan tidak berbakal buah sedangkan benang sari pada bunga betina berubah menjadi staminodia. Bunga betina tidak di selimuti oleh glume.contoh anggota yang terdapat di Indonesia yaitu: Scleria tesselata Willd.

Nama daerah: elat lalap, elat leutik (sunda)

Tumbuhan berupa tema yang ramping, tersusun rapat dalam rumpun, tingginya 10-60cm. Daun berbentuk garis, panjangnya 5-25 cm, lebar 0,3-0,7 cm, tersusun rapat di pangkal batang, bertambah tinggi letak daun maka ukuran daun bertambah kecil dan jarang. Bunga majemuk berbentuk mulai yang keluar dari ketiak daun teratas. Tumbuhan ini hidup di pegunungan pada tanah berawa atau tanah yang becek.

c). Cariceae

Bunga majemuk uniseksual, bunga jantan bakal buahnya tidak ada, sedangkan benang sari pada bunga betina tereduksi menjadi staminodia. Bunga betina di selimuti oleh Glumae. Contohnya: Carex baccans Nees.

 

  •  Familia Poaceae atau Gramineae

Ciri-ciri umum :

  1. merupakan familia yang berupa terna anual atau perenial
  2. kadang-kadang berupa semak atau pohon yang tinggi, batang dengan posisi yang bermacam-macam, ada yang tegak lurus, ada yang tumbuh serong keatas, ada yang berbaring atau ada yang merayap, kadang-kadang dengan rimpang didalam tanah, bentuk batang kadang-kadang seperti silinder panjang, jelas berbuku-buku dan beruas-ruas, ruas-ruas berongga , bersekat pada buku-bukunya.
  3. Daun kebanyakan bangun pita, panjang, bertulang sejajar, tersusun sebagai roset akar atau berseling dalam 2 baris batang, umumnya terdiri atau helaian, upih, dan lidah-lidah , jarang antara helaian dan upih terdapat tangkai
  4. bunga umumnya banci, kadang-kadang berkelamin tunggal , kecil dan tidak menarik, tiap bunga terdapat dalam ketiak daun pelindung yang pada suku ini disebut “ Palea inferior “ kelopak telah berubah menjadi badan yang disebut “ Palea superior “ terdiri atas 2 daun kelopak yang berlekatan , berhadapan dengan palea inferior , mahkota terdiri atas 2 daun mahkota (Jarang 3), yang telah berubah menjadi badan seperti sisik kecil dan dapat membengkak dan dinamakan “ Iodicula “ benang sari 1-6 jarang lebih , biasanya 3 , tangkai sari halus , kepala sari beruang 2, biasanya membuka dengan celah membujur , bunga demikian ini disebut bunga semu “ Floret “ yang terpisah–pisah atau bersama dengan floret lain , tersusun dalam 2 baris pada suatu tangkai, membentuk suatu bulir kecil yang pada pangkalnya mempunyai 2 daun pelindung tanpa bunga dalam ketiaknya disebut “ Gluma “ satu floret atau lebih dengan gluma membentuk suatu bulir kecil, yang terangkai dalam bunga majemuk berganda dengan berbagai ragam susunan, malai , tandan atau bulir, dalam setiap floret bakal buahnya menumpang, beruang 1 dengan bakal biji anatrop yang seringkali menempel pada sisi daun buah yang menghadap sumbu, tangkai putik biasanya 2, jarang hanya 1 atau 3, kepala putik seperti bulu , buah biasanya seperti buah padi “ Caryopsis“, yaitu buah dengan 1 biji yang bijinya berlekatan dengan kulit buah , jarang berupa buah buni atau buah keras, biji dengan endosperm, lembaga terdapat pada sisi yang jauh dari sumbu. Untuk familia Poaceae ini diwakili oleh tanaman atau species Zea mays,Oryza sativa dan Coix lacrima-jobi Zea mays. Anggota-anggota dari familia Poaceae atau Gramineae adalah :

a.    Maideae

Floret uniseksual, berumah satu atau berumah dua, glume tebal, bunga jantan dan bunga betina terdapat pada bunga majemuk yang berbeda atau terdapat dalam bunga mejemuk yang sama, tetapi pada bagian yang berbeda. Contoh anggota tribe ini yang ada di Indonesia yaitu ;

1) Tripsacum andersonii J.R Gray

Nama daerah : guatelama grass(eng), rumput jelai, rumput jagung (malay).

Tumbuhan tahunan, batang tegak,berbuku-buku, tersusun dalam rumpun yang padat dengan rimpang dan stolon yang panjang, tingginya 2-3 m. Daun berbentuk pita yang panjangnya sapat mencapai 120 cm, lebar 5-10 cm, pada permukaan atas berbulu halus dan bagian bawahnya tidak berbulu. Bunga majemuk dari ujung batang yang bercabang 3-7dan dari ketiak daun yang bercabang 1-4. Pada angkal cabang tersebut  terdapat bebrapa bulir betina dan diatasnya banyak sekali bulir jantan.  Tumbuhan ini termasuk bahan makanan ternak yang penting karena kandungan protein yang cukup tinggi.

b.    Andro pogoneae

spikelet terdiri dari satu atau tiga bagian yang secara keseluruhan tersusun dalam bulir yang mirip malai. Apabila spikelet terdiri dari tiga bagian maka yang satu tidak bertangkai , biseksual, sedang yang lainnya terdiri dari dari bunga jantan atau steril. Contoh anggota tribe ini ada yang diindonesia, yaitu :

1.   Andropogon aciculatus Ritz.

Sinonim :hrysopogon aciculatus Ritz

Nama daerah : rumput jarum

Tumbuhan tahunan berupa lempengan dengan rimpang menjarar kesegala penjuru yang kerap kalu bercabang-cabang. Daun rapan disepanjang rimpang hingga membentuk hamparan yang menutup permukaan tanah. Bungan mejemuk terdapat diujung batang yang tegak (bukan merayap) berbentuk malai. Bulir yang telah matang berbentuk runcing hingga mudah melekat pada celana orang atau binatang yang melewatinya dan dapat tersebar kemana-mana. Tumbuhan ini sering digunakan orang untuk menutup tanah dipekarangan, lapangan olah raga, taman dan tepi jalan. Apabila batang tegak yang mengandung bunga sering dipotong maka kita mendapatkan hamparan rumput yang cukup tebal dan indah.

2. Andropogon nordus Linn.

Sinonim : Cymbopogon nordus Linn.

Nama daerah : sereh wangi

Tumbuhan tahunan, bertunas banyak sehingga dalam waktu cepat membentuk rumpun yang padat, tingginya 0,5-1,0 m. Daun berbentuk garis tegak lebar. Bunga majemuk dalam malai yang bercabang-cabang. Daun tumbuhan ini menghasilkan “minyak citronella”. Minyak yang berbau khas ini berasal dari zat geramol dan cetronellal, sering digunakan sebagai bahan pewangi untuk sabun dan minyak wangi lainnya. Rumput ini dibawa oleh orang belanda dan ternyata pertumbuhan maupun reproduksi minyaknya jauh lebih baik dari Ceylon sendiri. Jenis ini sekarang tersebar luas didaerah tropika.

3. Andropogon citratus D.S

Sinonim : Andropogon shoenanthus Stapf.

Nama daerah : lemon grass (eng). Sereh (ind)

Tumbuhan tahunan dalam rumpun yang sangat padat karena bertunan banyak. Helai daun lebih sempit dari A. Nordus walau panjangnya hampir sama, yaitu lebih kurang 1m, bunga majemuk, tapi diindonesia tumbuhan ini tidak pernah berbunga. Tumbuhan ini berasal dari malaysia dan Cyelon yang saat ini telah menyebar keseluruh daerah tropika. Penggunaan tumuhan ini terutama untuk bumbu masak. Jika tumbuhan ini disuling akan mengasilkan minyak yang disebut minyak lemon yang digunakan untuk minyak gosok dan campuran minyak wangi.

4. Anrdopogon sorghum Brot.

Sinonim : Sorghum saccharatum Pers.

Nama daerah : gandrung, jagung cantel, gandum.

Tumbuhan tegak, tidak mempunyai tunas hingga tidak membentuk rumpun. Tinggi 5,5-6,0 m, batang padat, berbuku-buku, pada setiap bukunya tumbuh pelepah daun. Bunga majemuk terdaat diujung batang dalam bentuk tandan, dalam setiap tandan terdiri dari kumpulan tiga spikelet, yang satu hermaprodit dan yang satu steril. Buah karlopsis yang di diselimuti dinding buah yang keras tetapi didalamnya lunak. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan serealia yang cukup penting selain padi dan jagung.

5. Botriochloa pertusa L.

Sinonim : Holcus pertusus L

Nama daerah : suket putihan

Tumbuhan tahunan, mempunyai stolon yang merambat keberbagai arah. Buluh tegak, lunak, tingginya dapat mencapai 60 cm., berbuku-buku. Pada buku-bukunya ditumbuhi bulu-bulu halus, daun berbentuk pita, panjang 5-30 cm, lebar 4-6 cm, berwarna hijau gelap, lidah daun membentuk membran dan dikelilingi oleh bulu-bulu yang panjang. Bunga majemuk dari satu pelepah, terdiri dari 3-13 tandan yang merupakan sekumpulan spikelet dengan 1 spikelet yang bertangkai dan 1 spikelet yang tidak bertangkai, keduanya ditumbuhi oleh bulu-bulu halus. Rumput ini sangat tinggi mutunya untuk makanan ternak ruminansia disamping untuk konsevasi tanah, untuk lapangan bermain dan lapangan rekreasi.

6.    Imperata cylindrica L.

Sinonim : Lagurus cylindrica L.

Nama daerah : alang-alang.

Tumbuhan tahunan dengan rimpang lunak, menjalar, bercabang-cabang dan panjangnya tidak melebihi 1 m. Batang tegak, tingginya 1-3 m dan mempunyai 1-8 buku. Batangnya tegak, tidak bercabang, berbuku-buku yang pada buku tersebut ditumbuhi oleh bulu halus. Pelepah daunnya berbulu pada tepinya. Pangkal ujung melebar dan menyempit arah keujung. Lidah daun tipis seperti membran. Bunga majemuk diujung berbentuk malai, berwarna putih yang padat. Rumput ini merupakan gulba di lahan pertanian yang sulit diberantas. Apabila padang alang-alang dibakar maka tunas yang baru akan tumbuh dan sangat disukai oleh rusa. Daunnya sering digunakan sebagai atap rumah, bahan mulsa yang mencegah erosi. Rimpangnya dapat digunakan untuk peradangan ginjal, infeksi saluran kemih, mimisan, pendarahan pada wanita, demam, batuk, dll.

7. Ischaemum ciliare Retz.

Sinonim : Ischaemum indicum M.

Nama daerah : suket mlembem

Tumbuhan tahunan dengan stolon yang merayap ke berbagai arah, berbuku-buku yang ditumbuhi akar dan batangnya tegak setinggi 0,6-2,0 m. Pelepah daun 3-6 cm, helai daunnya sempit dan panjang 20-60 cm. Bunga majemuk tumbuh diujung batang, berbentuk bulir, bercabang dua, berbulu halus serti sutra. Rumput ini baik untuk makan ternak dan konservasi tanah.

8. Ischaemum muticum L.

Sinonim : Andropogon repens

Nama daerah : rumput kerupet Tumbuhan tahunan, stolonnya menjalar  ke berbagai arah, berbuku-buku yang berakar. Daunnya banyak sekali dengan panjang 1,5-18 cm, dan lebar 4-22 mm, pelepah daun berbulu, lidah daun kecil dan berbulu. Bunga majemuk dan berbentuk tandan. Rumput ini sering digunakan sebagai makanan ternak.

9. Misthancus japonicus A.

Sinonim : Eulalia japonica L.

Nama daerah : glagah

Tumbuhan tahunan, tegaksetinggi 2-3 m yang spintas mirip dengan glagah (saccharum spontaneun) sehingga orang sering menganggapnya sama. Batangnya keras mengandung empulur , tidak berbulu. Daun bertepi kasar, panjang 60-150 cm dan lebar 12-45 mm. Bunga majemuk diujung, berbentuk malai yang sangat besar, bercabang-cabang, ditumbuhi bulu yang berwarna putih atau ungu dan membentuk karangan bunga yang rapat. Di irian jaya, Batang tumbuan ini sering digunakan untuk membuat panah dan ujungnya menggunakan kayu palem yang keras.

1o. Saccharum officinarum L.

Nama daerah : tebu

Tumbuhan tahunan, berbatang tegak, lurus, padat, tingginya 2,5-6 m, berbuku-buku dengan panjang buku 5-25 cm. Warna batang tergantungpada kultivar dan iklimnya. Daun tersusun dalam dua baris, pada saat siap panen daun berjumlab lebih kurang 10 helai. Pelepah daun pada saat daunnya mati dan kering akan luruh. Helai daun panjangnya 70-120 cm dan lebar 1,5- 10 cm, berbentuk pita. Bunga majemuk diujung, berbentuk seperti mata panah dan besarnya bervariasi tergantung pada kultivarnya.

Tebu merupakan salah satu tumbuhan terpenting didunia karena dalam metabolismenya dapat mengakumulasikan suksora dan selama pertumbuhannya menjadi glukosa dan fruktosa. Oleh karena itu tumbuhan ini dapat menghasilkan energi bahan makanan dari energi matahariyang termurah dari area yang relatif kecil.

11. Saccharum spontanium L.

Nama daerah : glagah

Tumbuhan tahunan, mempunyai rimpang yang menjalar keberbagai arah sehingga membentuk rumpun yang padat. Berbatang tegak setinggi 1-4 m,berbuku-buku dan dibawah buku-buku diselimuti oleh lilin. Pelepah daun 20 cm atau lebih, berwarna keunguan, ledah daun berbentuk segi tiga  yang berambut pendek, helai daun berbentuk pita. Bung majemuk diujung batang bentuk malai merupakan kumpulan dari pasangan spikelet yang satu bertangkai dan yang lain tidak. Dari pangkal spikelet ini tumbuh rambut-rambut panjang yang berwarna putih. Umbut dari tumbuhan muda sering digunakan orang sebagai lalap. Bunga majemuk yang masih sangat muda juga sering dimasak sebagai tubruk. Batang yang tua dan sudah dikeringkan sering dugunakan sebagai lanjaran kacang panjang atau dibuat kirai.

12. Themeda gigantea C.

Nama daerah : glagah arjuna

Tumbuhan tahunan dalam rumpun yang padat mirip rumpun sereh wangi. Batang tingginya dapat mencapai 3 m dengan buluh sebesar ibu jari kaki dan berempulur. Daun mengumpul dibawah bersusun rapat seperti kipas, helai daunnya bertepi tajam. Bunga majemuk diujung batang berbentuk malai yang bercabang-cabang merupakan kumpulan dari pasangan spikelet yang bertangkai dan yang tidak bertangkai. Rumput  ini sering tumbuh bersama alang-alang membentuk padang sabana. Tunas yang masih muda sering digunakan sebagai obat demam dan umbut digunakan sebagai lalap.

 

c.     Paniceae

spilkelet dengan floret tunggal yang keseluruhannya tersusun dalam bunga majemuk berbentuk tandan atau malai, glume sering sangat tidak seimbang yang satu besar dan yang satu sangat kecil, lemma dan palea agak keras dan menyelimuti butiran-butiran buahnya, contohnya tribe ini yang ada diindonesia adalah:

1)   Axonopus compressus S.

Sinonim : Milium compressum S.

Nama daerah : rumput pahit

Tumbuhan tahunan, mempunyai stolon yang menjalar ke berbagai arah. Batang tegak setinggi 20-50 cm. Pelepah daun berbulu pada tangkai dan tepinya. Pangkal daun bundar, ujungnya meruncing dengan ujung dengan permukaan bergelombang . bungan majemuk berbentuk bulir dengan 1-8 sumbu dalam satu pelepah. Setiap sumbu menyanggah spikelet yang berbentuk lonjong. Rumput ini baik untuk digunakan sebagai pakan ternak.

2)   Brachiaria distachya L.

Sinonim : Panicum distachyon L.

Nama daerah : blembem

Tumbuhan tahunan, menjalar, batang tingginya sampai 50 cm, berbuku-buku dan keluar akar sampai tunas dari uku-buku ini. Pelepah daun yang masih muda berbulu panjang, bila sudah dewasa bulu-bulu ini gugur. Bunga majemuk berbentuk malai  yang keluar dar ujung cabang. Dari malai ini terdapat 2-10 spikele. Rumput ini banyak digunakan sebagai makan ternak yang bernilai gizi tinggi.

3)        Brachiaria mutica S.

Sinonim : Panicum muticum

Nama daerah : rumput melela

Tumbuhan tahunan, menjalar ke berbagai arah, batang tegak, pelepah daun berbulu pada bagian atasnya. Helai daun panjangnya 6-30 cm dan lebar 5-20 mm. Bunga majemuk berbentuk malai, spikelet berpasangan berbentuk lonjong. Rumput ini baik digunakan untuk makanan trnak dan konservasi pada lahan miring.

4)   Digitaria ciliaris R.

Sinonim : Panicum sanguinale L.

Nama daerah : jalemparan

Tumbuhan tahunan dalam bentuk lempengan, batang yang menyanggah bunga tingginya 50-100 cm. Pelepahnya tipis, helai daunnya lembut berbentuk pita. Bunga majemuk diujung batang berbentuk tandan berjumlah 4-9 spikelet berbentuk bulat telur

 

d.    Agrostidae

Ada dua anggota dari agroatidae yang terdapat di Indonesia antara lain adalah :

1. Agrostis infirma Buese

Merupakan tumbuhan tahunan dalm rumpun yang besar, batang ramping berongga, memiliki tinggi 15 – 80 cm. helai daun agak kasar dan kaku. Bunga majemuk dalam bentuk malai yang besar. Rumput ini banyak tumbuh di pegunungan jawa dan sumatera.

2. Sporobolus diander P. Beauv

Merupakan tumbuhan tahunan dalam rumpun yang besar, batang lurus kaku, tingginya 30-70cm. Daun agak kasar, tetapi lunak. Bunga majemuk dalam mali yang panjang, bercabang pendek sehingga menyerupai karangan.

e.     Aveneae

Spikelet dengan dua atau beberapa floret. Bunga majemuk dalam bentuk tandan atau malai terbuka. Glume biasanya memanjang. Contoh anggota avenae yang ada diindonesia yaitu :

  • Eriachne pallescense R. Br

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan tahunan, batang tegak, ramping, dan keras. Daun keras sangat sempit dan menggulung. Bunga majemuk berbentuk malai agak jarang yang terdiri dari kumpulan spikelet yang bertangkai panjang. Tumbuh di tanah pasir yang gembur.

f.      Festucea

Anggota festucea yang ada di Indonesia antara lain adalah :

1. Eragrostis tenella P. Beauv

Merupakan tumbuhan setahun, memiliki batang tegak atau menghampar diatas tanah. Daun sempit, berbulu panjang. Bunga majemuk dalam bentuk malai.

2. Eragrostis uniloides Retzs

Merupakan tumbuhan setahun yane memiliki batang tegak atau terhampar di atas tanah. Daunnya sempit. Bunganya majemuk berbentuk malai. Spikeletnya berbentuk lonjong.

3. Leptochloa chinensis Nees

Merupakan tumbuhan setahun yang memiliki batang menghampar diatas tanah, mempunyai stolon yang merambat ke berbagai arah. Daunnya sempit. Bunganya majemuk berbentuk tandan yang terdiri dari bulir – bulir dengan sudut yang besar pada sumbunya.

4. Pharagmitis karka

Merupakn tumbuhan tahunan dalam rumpun yang padat, rimpangnya menjalar keberbagai arah, batang berongga, tingginya 2 – 4 cm. Panjang daunnya 20-60cm dan lebarnya 8-35 mm. Bunga majemuk berbentuk malai yang bercabang – cabang, spikeletnya berbulu putih.

 

g.    Cloridae

Spikelet dengan satu atau beberapa floret. Bunga majemuk dalam bentuk tandan atau malai. Contoh anggota cloridae yang ada di Indonesia antara lain :

1. Chloris barbata

Memiliki rimpang menjalar ke berbagai arah,tinggi batangnya 25-80 cm. Daunnya sempit agak kasar. Bunga majemuk terdiri dari 6-15 bulir yang tersebar.

2. Cynodon dactylon

Tumbuhan tahunan, stolonnya menjalar ke berbagai arah, batang tegak, tingginya 10-40 cm. Daun berbentuk lanset yang panjang dan bersusun berpasangan. Bunga majemuk yang tersebar diseluruh batangnya.

3. Dactyloctenium aegyptium

Tumbuhan ini memiliki stolon pendek menjalar ke berbagai arah. Daunnya lembut dan panjangnya 2- 28 cm. Bunga majemuk berbentuk bulir.

4. Eleusine indica

Memiliki batang yang berempulur, panjangnya 12–85 cm yang menghampar diatas tanah. Daunnya banyak dan rapat.bunga majemuk dan berbentuk bulir.

5. Hordeae

Merupakan tumbuhan dengan spikelet dengan satu atau beberapa floret, tak bertangkai letaknya berseling dan membentuk bulir.

6. Bambuseae

Memiliki batang yang sering disebut buluh, kebanyakan berkayu, dengan daun yang bertangkai dan helaian daun yang lebar. Dimana anggotanya antara lain adalah :

  • Bambusa multiplex
  • Bambusa spinosa
  • Bambusa vulgaris
  • Dendrocalamus asper
  • Gigantochloa apus

B.     Habitat commelinidae

Anggota commelinidae biasanya bersifat terestrial, tumbuh liar ditepi sungai ataupun tempat yang cukup kadar airnya, tumbuh baik pada ketinggian 600-1300 m diatas permukaan laut, suka tempat yang cukup mendapat terpaan sinar matahari.

C.     Peranan commelinidae dalam kehidupan

Commelinidae memiliki bermacam-macam kegunaan dan bahaya, antara lain :

1. Sebagai bahan makanan tambahan untuk manusia

Ada sebagian sesias dari commelidinae yang digunakan masayarakat indonesia yang memanfaatkan umbutnya sebagai lalapan atau sayur dan sebagai bahan penyulai karbohidrat.

2. Dimanfaatkan sebagai makanan untuk ternak

Banyak para peternak hewan yang memanfaatkan beberapa anggota commelinidae untuk dijadikan bahan pakan ternak yang baik.

3. Sebagai gulma bagi tamanan budidaya yang sangat susah dibasmi.

Salah satu jenis dari commelinidae yang meupakan hama bagi tanaman atau gulma yang sangat susah dibasmi karena tingkat produksinya yang sangat cepat.

 

 

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan
    1. Commelinidae adalah sebuah subklass tumbuhan yang mempunyai 7 ordo, 16 familia dan 22.000 spesies.
    2. Anggota commelinidae biasanya bersifat terestrial, tumbuh liar ditepi sungai ataupun tempat yang cukup kadar airnya, tumbuh baik pada ketinggian 600-1300 m diatas permukaan laut, suka tempat yang cukup mendapat terpaan sinar matahari.
    3. Commelinidae memiliki bermacam-macam kegunaan dan bahaya, antara lain :
  • Sebagai bahan makanan tambahan untuk manusia
  • Dimanfaatkan sebagai makanan untuk ternak
  • Sebagai gulma bagi tamanan budidaya yang sangat susah dibasmi.

2. Saran

Makalah ini dapat digunakan oleh pembaca sebagai referensi untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Commelinidae. Sebaiknya gunakan juga reperansi lain dan mempelajari tentang Commelinidae ini.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Sudarnadi, hartono.1996.Tumbuhan Monokotil. Penebar Swadaya : Jakarta

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQfRfI7OmkNs9n7FYwZcXK2PD36Lza7NPsJf6sBA_abDP79gp67&t=1

http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTc1_4noqHbLOahxvxXiuM3pZ1pS1N3SpXK-019L2QA7VsPodHhkOfXdpb6Nw

~ oleh Hae_RyN's pada Mei 30, 2012.

2 Tanggapan to “MAKALAH BOTANI TINGKAT TINGGI (monokotil)”

  1. This blog has inspired me to start writing on my own blog

  2. Real great information can be found on this website.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: