You Are My Bad Boss

Hwahahaha…. muncul lagi deh cerita gila dan asal-asalan ala Haeryn. Mungkin ga seru n ga begitu jelas karena haeryn masih pemula dan baru dalam dunia karang mengarang tapi ga salah dong kalo hasil coretan gila ini di posting disini..hehehehe *berharap banget ada yang baca. J

Dan sekali lagi haeryn umumkan… Cerita ini asli Cuma karangan belaka,  ga ada maksud menyindir atau menyinggung….. Dan sangat dinantikan jejak dari para pembaca.. sangat diharapkan commentnya.

Terima Kasih dan selamat membaca… 

 

You Are My Bad Boss

Title : You Are My Bad Boss

Author : Hae_RyN

Length : chapter        

Genre : ??????

Semua orang memiliki memiliki kisahnya sendiri. Dicerita mereka pasti ada kekurangan dan ada kelebihannya sendiri. Dan aku nana minami seorang murid SMA yang hidup sendiri kerana orang tuaku yang telah bercerai kemudian kini telah menikah lagi. Melihat teman-temanku yang memiliki kisah yang sempurna membuatku ingin merasakan cerita yang indah. Cerita yang berujung bahagia.

 

Chapter    1

 

“ kau mau menginap dirumahku malam ini ??” tanya yumi yang sejak tadi menatapku.

“ aku mau sih… tapi aku tidak bisa. Hari ini aku dapat sift malam”  jawabku sambil mengunyah makan siangku.

“ yah…” yumi tampak sedikit kecewa dengan jawabanku. Dia mengambil makanan dikotak makanannya dengan sumpit, tapi belum sempat makanan itu masuk ke mulutnya yang mungil tiba-tiba haruki sudah berdiri disampingnya.

“ AAAA…..” haruki membuka mulutnya lebar-lebar. Yumi tertawa kecil melihat pacar barunya itu. Lalu menyuapinya dengan makanan.

“ enak ?” tanya yumi pada haruki.

“ tentu, asal bersamamu semuanya akan terasa enak” gombal haruki dengan mulut yang penuh.

“ hei haruki… cepat sedikit” teriak izumi dari pintu kelas. Izumi kesal melihat temannya sempat-sempatnya mampir padahal mereka sedang ditunggu niwa-san.

Merasa terganggu, haruki mendengus sedikit.” Iya… iya… tunggu sebentar” jawab haruki.

“ aku pergi dulu ya…” pamitnya. haruki mencomot sosis gurita milik yumi kemudian melenggang pergi bersama izumi.

Melihat keadaan itu aku hanya bisa diam menatap semuanya. Yumi menyadari kalau sejak tadi aku memperhatikan kemesraan mereka yang tiap hari makin bertambah mesra.

“ kenapa melihatku begitu na-chan ?”

“ kalian manis sekali… aku masih tidak percaya kalau kau pacaran dengan haruki, bukannya dulu kalian tidak saling sapa?”

“ aku juga tidak percaya, itu semua sudah diatur oleh tuhan”  yumi menyuapi aku dengan sosis gurita miliknya. Dan gurita itu dengan pasrah masuk kedalam mulutku.

“ aku iri denganmu…” aku menghela nafas panjang dan mengunyah makananku dengan malas.

“ apa yang membuatmu iri padaku ?” tanya yumi bingung.

“coba kau lihat sekelilingmu..” pintaku. Yumi menurut, dia mengedarkan pandangannya keseluruh ruang kelas.

“  lalu ?”

“ hampir anggota kelas ini memiliki pasangan bahkan kau pun mempunyai kisah hidup yang bila kau ceritakan akan menjadi cerita yang sempurna. Kau memiliki pacar yang tampan dan orang tua yang akur. Beda denganku. Sepertinya tuhan lupa menuliskan kisah cinta untukku” Aku menyuapi yumi dengan telur gulung kebanggaanku. Yumi membiarkan telur gulung yang besar itu masuk kedalam mulutnya.

Mendengar keluhku Yumi tertawa kecil “ tuhan tidak lupa, Dia hanya belum menuliskannya untukmu”

“ benarkah ?”

Yumi hanya tersenyum sambil mengangkat kedua bahunya. Kemudian yumi melanjutkan aktivitas makan siangnya dan aku juga memutuskan akan mengikuti jejaknya  sampai seseorang tidak kukenal datang menganggu.

“siapa diantara kalian yang bernama nana minami ?” tanya seorang pria berkacamata.

Mendapati tamu yang tidak dikenal membuatku dan yumi saling pandang.Aku menatap orang itu dengan seksama, memperhatikannya dari ujung kaki sampai ujung kepala.

‘Siapa orang ini? Ada perlu apa dia denganku’ tanyaku dalam hati

“aku orangnya..” jawabku ragu.

“perkenalkan, aku riu kashiwabara, bendahara OSIS, aku diperintah oleh ketua OSIS untuk menyampaikan pesan padamu”

“ pesan ?” yumi tampaknya juga ikut penasaran.

“ ya…” jawab kashiwabara singkat.

“ lalu apa isi pesannya”

“ketua OSIS ingin bertemu denganmu. Datanglah keruangannya saat pulang sekolah nanti”

“ hah ?? ketua OSIS? Kau yakin dia ingin bertemu denganku ?” aku ingin memastikan bahwa pendengaranku tidak rusak.

“ ya” lagi-lagi dijawab singkat oleh kashiwabara. Sepertinya orang ini tidak suka bicara.

Aku menatap yumi lagi, tatapan minta pendapat tapi yumi menganggkat kedua bahunya seakan mengerti maksudku.

“untuk apa dia ingin bertemu denganku ??” tanyaku pada kashiwabara.

“ aku hanya diminta untuk menyampaikan pesan, rei ( si ketua OSIS ) tidak memberitahuku alasan dia ingin menemuimu”

Aku diam saja, berpikir kenapa orang yang bahkah tidak pernah bicara denganku itu tiba-tiba memanggilku. Apa salahku ?

“kalau sudah mengerti,aku permisi dulu” lanjut kashiwabara.

‘Sopan sekali cowok ini.’ pikirku

“ya.. terimakasih kashiwabara..” aku ikut bersopan-sopan ria. Kemudian kashiwabara menghilang dibalik pintu.

“ apa yang sudah kau perbuat, kau membuat ketua OSIS marah ya?” tanya yumi dengan tampang yang serius.

Hanya gelengan kepala yang bisa aku berikan sebagai jawaban untuk yumi karena aku sendiri tidak tau apa masalahnya. Wajar tampang yumi jadi seperti itu, gosipnya ketua OSIS kan terkenal ‘agak’ galak.

Melihat gelenganku tiba-tiba yumi tersenyum lebar.

“ku rasa sebentar lagi tuhan akan menulis sebuah kisah cinta yang indah”

 

^-^

 

Seperti yang diminta si ketua OSIS, sepulang sekolah aku bejalan menuju ruang OSIS yang berada dilantai 2 gedung A. Jaraknya cukup jauh dari kelasku. Sepenjang perjalanan aku sibuk memikirkan apa yang akan terjadi denganku nanti.

Tiba didepan ruang OSIS, kutatap pintu ruang OSIS dengan ragu, akhirnya kuberanikan diri untuk mengetuk pintu itu beberapa kali. Dari dalam aku mendengar suara yang menyuruhku masuk.

Saat memasuki ruangan OSIS aku tidak langsung bertatap muka dengan si ketua, dia duduk dikursinya yang besar dengan posisis membelakangiku. ko suasananya seperti di sarang yakuza sih. Membuatku semakin takut.

“ ada perlu apa mencariku ketua OSIS” tanyaku membuka pembicaraan..

Ketua OSIS berbalik dengan selembar kertas ditangan kanannya, dia memperhatikan kertas itu lalu berbalik menatapku dengan lekat. Ditatap seperti itu membuatku jadi gugup.

“ kau…” ketua OSIS membuka suara.

“ kau nana minami, kelas 2-1, tinggal sendiri dan pandai memasak, apa aku benar ?”

aku kaget, tidak heran kalau dia tau namaku dan kelasku, dia kan ketua OSIS. Bisa saja dia membaca profilku dibagian data siswa, tapi bagaimana ketua OSIS tau kalau aku tinggal sendiri dan bisa memasak ?

“ aku tidak begitu bisa memasak” kataku pelan.

“ tidak apa apa. Yang penting ada kata ‘bisa’ yang keluar dari mulutmu itu” ketua OSIS menekankan kata bisa pada kalimatnya.“ mulai besok kau harus membuatkan aku bekal” sambung ketua OSIS seenaknya.

“ apa ?” aku ragu dengan pendengaranku.

“mulai besok buatkan aku bekal, antar keatap sekolah gedung B dan tunggu aku disana.”ketua OSIS berkata seenaknya.

Aku yang dari tadi sibuk mencerna kata-kata ketua OSIS yang seenaknya tidak sempat memberi komentar atas perintahnya.

“kalau sudah mengerti, kau boleh pulang” usirnya.

“ aku tidak mau… aku sibuk” berusaha menolaknya.

Lagi-lagi ketua OSIS menatapku dengan lekat. Apa-apaan orang ini ?

“ ini perintah, kau tidak bisa menolaknya. Ah.. kau boleh menolaknya asal kau mau membersikan toilet cowok selama sebulan” lanjutnya masih sambil menatapku.

Hah.. yang benar saja, siapa yang mau disuruh membersihkan toilet selama sebulan. Toilet cowok pula. Mengerikan.

“ baiklah” jawabku lemas.“tapi kenapa harus aku ??”

“ karena aku memilihmu”

“ kenapa ??”

“ kau boleh pulang, tunggu aku diatap sekolah besok” ketua tidak memberikan jawaban dari pertanyaanku. Dia langsung bangkit dari kursinya dan meninggalkan ruangan. Meninggalkan aku sendirian yang masih terbengong.

“ manusia sialan” rutukku kesal.

 

^-^

 

Kurebahkan tubuhku dikasur yang empuk sambil meratapi nasib sial yang sedang menimpa diriku hari ini. Mimpi apa aku semalam sampai harus diperbudak oleh ketua OSIS yang aneh itu. Aku bahkan tidak tahu siapa namanya.Ternyata gosip tentang ketua OSIS yang beredar disekolah itu semua salah. Dia hanya makhluk tengil yang bisanya memerintah orang.

“ AAArrg… menyebalkan sekali” teriakku sambil menghentak-hentakkan tangan dan kakiku dikasur.

Saat sibuk meretapi nasib aku mendengar handphoneku berbunyi nyaring. Kuraih tasku yang tergeletak dilantai dan merogoh isinya untuk menemukan benda kecil yang berisik itu.  Begitu kutemukan langsung saja ku buka flat handphoneku dan menemukan nomor ibu yang tertera dilayarnya.

“ hallo ibu…” sapaku riang, tapi dibalas dengan teriakan dari seberang sana.

Handphoneku yang tadinya menempel di telingaku langsung ku jauhkan agar gendang telingaku tidak rusak karena teriakan ibu.

“cepat berhenti dari toserba itu” kata ibu masih berteriak.

Darimana ibu tau kalau aku bekerja di ditoserba? Kanapa hari ini semua kelihatannya orang tahu tentang diriku sih?

“  apa maksud ibu ?” aku pura-pura tidak mengerti dengan apa yang ibu maksudkan.

“ jangan pura-pura bodoh. Ibu tahu semuanya, teman ibu yang menceritakannya pada ibu. Apa uang yang ibu dan ayah berikan tidak cukup untukmu?” teriakan ibu terdengar semakin keras.

“bukan begitu bu… aku hanya bosan kalau berada diapartment  terus-menerus seperti ini, makanya aku mencari kesibukan,” jawabku jujur, kurasa tidak ada gunanya lagi berbohong.

“ tapi tidak harus ditoserba 24 jam seperti itu kan ?? kalau terjadi apa-apa denganmu siapa yang akan menolongmu. Cepat berhenti”

“tapi…”

“kalau kau tidak mau berhenti, ibu akan menyeretmu untuk tinggal bersama ibu. Kau mengerti ??”

“ ibuuu…”

“ berhenti atau pindah dari apartment itu?”ibu mencoba memberikan penawara.

Penawaran yang diberikan oleh ibu sebenarnya bukan hal yang susah untuk dipikirkan. Jika disuruh memilih tentu aku akan memilih untuk berhenti dari toserba dari pada harus tinggal dengan ibu dan keluarganya yang baru itu. “aku akan berhenti”

“baguslah” aku bisa mendengar ibu menghela nafas lega.

“ tapi… kalau ibu tau kau berkerja lagi, tanpa pikir panjang ibu akan membawamu pulang” ancamnya.

Setelah membuat kesepakan kecil ibu langsung menutup telponnya. Masih ada waktu 3 jam lagi sebelum aku pergi kerja. Sebaiknya aku tidur karena akan berkerja hingga larut malam ini.

 

^-^

 

“ kau baik-baik saja “ tanya yumi cemas melihat kondisiku.

“ kenapa?”

“ matamu bengkak. Kau habis menangis ya?”

“tidak… ini hanya karena kurang tidur saja” aku mengibas-ngibaskan tangan kananku.

“ sebaiknya kau berhenti saja. Lagi pula sift malam kan berbahaya”

“ya… aku memang disuruh berhenti oleh ibuku”

“ lalu itu ?” yumi menunjuk dua kotak bento yang tergeletak manis diatas mejaku

“oh.. ini. Aku akan memberikannya 1 pada ketua OSIS”

“ketua OSIS?? Jadi ini yang maksud ketua OSIS memanggilmu kemarin ?”

“ begitulah, spertinya hari ini aku tidak bisa makan siang denganmu” aku tidak tertarik membicarakan makhluk tengil itu.

“ tidak apa-apa. Aku bisa makan siang bersama dengan haruki. Jadi apa yang kalian bicarakan kemarin?” kelihatannya yumi semangat sekali.

“ dia hanya minta dibuatkan bekal dan mengantarnya keatap sekolah setiap hari” aku memasukkan buku-bukuku kedalam laci.“ ngomong-ngomong apa kau tahu siapa nama ketua OSIS kita itu yumi ?”

“apa ? kau tidak tahu? Waktu upacara penerimaan murid bari kan dia sempat berpidato” yumi kaget mendengar pertanyaanku.

“waktu itu aku datang terlambat karena malamnya aku kena sift malam. Karena bangun kesiangan jadi aku melewatkan upacara penerimaan murid baru itu” jelasku.

“ sebaiknya kau tanyakan sendiri padanya” goda yumi

“yumiiiiiiiiiiiii….”

 

^-^

“ lama sekali ketua gila itu” eluhku sambil mengelus-elus perutku yang sedang kelaparan

Aku sudah cukup lama menunggu disini, tapi orang itu tidak juga menunjukkan batang hidungnya.

aku tidak tahan lagi. Aku sudah teralu lapar. Langsung saja kusambar salah satu bento yang ada dihadapanku dan melahapnya dengan rakus.

“ kenapa kau makan siang duluan” bentak ketua OSIS yang datang saat aku hampir selesai dengan makan siangku.

“karena aku lapar” jawabku sambil tetap makan

“bukannya aku sudah menyuruhmu untuk menungguku” lanjut ketua

“ tapi kau tidak bilang aku tidak boleh menunggu sambil makan. Salah sendiri kau baru datang. Aku kan lapar” omelku pada orang yang belum kuketahui siapa namanya itu.

“ya baiklah.. kurasa itu memang salahku”  ketua OSIS berusaha mengalah, dia mengambil salah satu kotak bekal yang tersisia dan mulai memakannya.

“ tapi besok kau harus mengugguku sampai aku datang baru kau boleh makan, kau mengerti ??” lanjutnya lagi masih dengan ada memerintah tapi entah pendengaranku yang rusak atau apa tapi ketua OSIS mengatakannya dengan sedikit ‘lembut’ sehingga membuatku menatapnya dengan tatapan aneh.

“kenapa?” ketua kembali membentak.

Mungkin yang tadi aku salah dengar saja. Tidak mungkin ketua yang tengil ini bisa bersuara lembut. ‘-_-

“ tidak… aku hanya penasaran, apa rasanya enak ?” kilahku.

“lumayan…” jawab ketua tanpa menatapku dan terus memakan makanannya.

Meski kesal dengan jawabannya tapi aku senang dia memakan makanan yang aku masak. Tapi melihatnya makan membuat aku ingat kalau aku belum tahu namanya.

“ maaf ketua… sebenarnya nama ketua itu siapa?”

Ketua yang sedang asyik makan tiba-tiba tersedak dan terbatuk-batuk. Refleks aku memberinya botol berisi air yang kubawa. Ketua langsung merebut botol itu dari tanganku dan menagak air yang ada didalamnya.  Dia mengelus dadanya yang terasa sakit(mungkin) kemudian menatapku dengan pandangan menusuk. Membuatku sedikit menyesal karena telah menanyakan hal bodoh itu.

“ bagaimana bisa kau tidak tahu namaku ha ?” ketua menunjul-nunjul kecil kepalaku dengan jari telunjuknya yang panjang.

“ wajarkan… lagi pula kau bukan artis, jadi tidak heran kalau aku tidak tahu namamu” aku berusaha menghentikan jarinya yang terus menunjul kepalaku. Itukan tidak sopan.

“tapi aku kan ketua OSIS dise….ah, itu tidak penting” ketua menghentikan kalimatnya.

“ Rei Shimizu. Itu namaku. Kau harus mengingatnya. Kalau tidak…. mati kau” ketua menunjul kepalaku lagi. Tapi kali ini lebih keras.

“ iya… akan ku ingat sampai mati, kau puas ?” aku meringis kesal.

“ gadis pintar..” rei tersenyum dan mengelus kepalaku.

Apa ? rei tersenyum ??? Aku terperangah melihat rei yang sedang tersenyum. Pemandangan yang baru kali ini aku lihat. ternyata ketua OSIS yang galak dan terkenal ini juga bisa tersenyum.

ternyata dia manis juga…

“aku suka masakanmu” ujar rei saat selesai makan. “bagaimana kalau kau bekerja saja untukku?”lanjutnya

“apa??” aku tidak yakin dengan pendengaranku. Sejak bersama orang ini aku merasa pendengarnku semakin rusak.

“aku tinggal sendirian dan tidak suka mengurus rumah. Orang  yang biasa mengurus rumahku sudah berhenti kemarin. baiklah, kuputuskan kaulah yang akan menjadi pembantuku selanjutnya” kata rei seenak jidatnya.

Apa dia bilang tadi? Pembantu selanjutnya? Orang ini suka sekali bertindak seenaknya. Ini sih perbudakan namanya

“hei…jangan seenaknya memutuskan sendiri, akukan sudah bekerja ditempat lain..” aku berusaha menolak dengan berbohong, padahal hari ini aku akan mengundurkan diri dari tempat kerjaku.

“sudah, berhenti saja dari toserba itu, lagi pula berapa gaji yang bisa mereka berikan padamu? Aku akan mengajimu lebih besar”

“ memang gajinya tidak besar,tapi bukan itu yang…” aku menghentikan kalimatku karena menyadari sesuatu yang aneh keluar dari mulut rei. “hei dari mana kau tau aku bekerja disana ?” aku menatap rei dengan tatapan aneh.

“ itu bukan hal yang susah untuk diketahui kan? Lagi pula aku melihatmu menjadi kasir saat lewat ditoserba semalam” rei mambalas tatapanku.

“ tapi aku tidak mau…”

“ kalau menolak…. mati kau nona nana minami”

 

^-^

 

‘kenapa jadi begini ??? ’ ratapku dalam hati. Aku  berada dibelakang rei yang berjalan menuju apartment dengan kepala tertunduk sambil menenteng dua kantung plastik besar yang berisi bahan makanan. Kami baru saja pulang dari toserba tempatku bekerja untuk berbelanja sekaligus menyerahkan surat pengunduran diri karena ingin berhenti atau lebih tepatnya ‘dipaksa’ berhenti kerja dari toserba itu oleh dua orang dengan alasan berbeda.

“tunggu sebentar” rei merogoh salah satu kantong celananya untuk mencari kunci apartment miliknya, Begitu pintu terbuka kami berdua langsung saja masuk.

Begitu masuk Aku memperhatikan sekeliling ruang. Hampir semua barang tersususn rapi ditempatnya. Kurasa ruangan ini termasuk rapi untuk orang yang tidak suka mengurus rumah. Terlalu rapi malah.

Akupun berjalan kedapur. Hal yang sama kudapati didapur itu, semuanya tersusun rapi bahkan isi kulkasnyapun ditata dengan rapi.

Apa benar rei tidak suka mengurus rumah ?

“ nana, aku lapar. Cepat masak sesuatu !” teriak rei dari ruang santai yang terhubung langsung dengan dapur.

‘dia bahkan sudah berani memanggilku dengan nama kecilku… menyebalkan’ batinku.

“mau makan apa ketua ?” tanyaku kesal.

“nasi kare”

Selagi aku sibuk menyiapkan makan malam, ketua  menunggu sambil menonton TV. Rasanya menyebalkan melihatnya santai dan malas-malasan seperti itu.

Sampai saat ini aku masih penasaran kenapa rei bisa memilih aku sebagai orang untuk dia perbudak Dari sekian banyak siswa yang bersekolah diSMA ohsaka ini. Tidak sedikit juga kok siswa yang tinggal sendiri dan pastinya lebih pintar memasak,tapi kenapa aku ? atas dasar apa dia memilihku ? dasar ketua OSIS aneh ‘-_-

Kenapa juga aku mau-maunya menurut padanya. Tapi rei mempunyai sepasang mata yang indah, bidak matanya berwarna coklat cerah, tidak seperti mataku yang hitam pekat ini dan aku terpesona oleh tatapan matanya itu. Aku tidak tahan kalau rei menatapku lama.

“makan malam sudah siap ketua”seruku sambil meletakan dua piring nasi kare diatas meja makan.

Mendengar panggilanku rei hanya bangkit dari sofa tanpa bersuara dan berjalan kemeja makan. Dari wajahnya kelihatan sekali kalau dia sangat lelah.

“capat dimakan, nanti keburu dingin” aku meletakkan segelas air putih disamping piring rei.

“ya..” jawab rei pelan, diapun mengambl sendok dan mulai menyantap makan malamnya.

“enak..”lanjutnya. lagi-lagi tersungging senyum dibibir rei.

imut…

Merasa diperhatikan rei mengangkat wajahnya dan menatapku.

“ kenapa melihatku seperti itu ?”

“kau tersenyum” aku terkekeh kecil.

“apa salahnya tersenyum, semua orang bisa tersenyum”

Aku menyeringai ‘tapi kau kan bukan orang’ rutukku dalam hati.

“hei ketua…”

“apa kau tidak bosan memanggilku ketua? panggil saja aku rei” ujar rei kembali menatap piringnya

“tapi…”

“ ini bukan disekolah, tidak perlu bersikap terlalu formal” kata rei dingin.

“ya.. baiklah”

“tadi mau bicara apa ?”rei mengingatkan.

“ah.. iya, hampir lupa.”aku menepuk jidatku sendiri.

“ apa kau sering membawa wanita kesini ?”

Rei mengangangkat  jawahnya lagi. Mengalihkan pandangannya yang dari tadi hanya menatap piring dan sendok.

“ kenapa ?” tanya rei penuh selidik.

“sekedar bertanya saja,kalau tidak mau dijawab juga tidak apa-apa” jawabku berusaha menutupi rasa penasaranku.

“ gadis yang ku bawa kesini baru kau orangnya, tapi kalau gadis-gadis yang tidak diundang sih ser…”

Ting-Tong

Terdengar bunyi bel yang memotong perkataan rei barusan. Sepertinya hal yang akan dikatakannya sudah terlanjur menjadi kenyataan.

“ck. Merepotkan saja” dengan malas rei berdiri dari kursinya.

“mau aku yang membukakan?” tanyaku menawarkan diri.

“tidak usah, tunggu saja disini. Kalau kau yang keluar urusannya bisa panjang”  rei melangkahkan kakinya ke pintu keluar apartmentnya.

 

Dari meja makan kudengar suara beberapa orang gadis. rei pasti orang yang cukup populer dikalangan para siswa dan ku rasa gadis-gadis itu sebagian dari para penggemarnya. Banyak hal yang tidak ku ketahui tentang rei shimizu itu. Melihat senyumnya tadi membuatku ingin mengenalnya lebih dekat sehingga bisa aku melihat berbagai ekspresi diwajahnya. Kurasa dia punya banyak sisi menarik selain sifat dingin dan seenaknya yang menyebalkan itu.

 

“rupanya kau cukup populer ya…”kataku saat rei kembali kemeja makan setelah berhasil membujuk  gadis-gadis itu untuk pulang.

“yah… begitulah.” Ujar rei tanpa ekspresi. Dia melanjutkan makan malamnya.

“kalau begitu aku pulang dulu… sudah malam, lagipula tidak ada yang bisa aku kerjakan lagi disini”

“Kuantar..”

“eh ?”

“ akan kuantar.. tunggu aku sebentar”

 

 

T. B .C.   ya temaaan…..

~ oleh Hae_RyN's pada Agustus 31, 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: